BENGKULU, eWARTA.co – Siapa yang tak kenal kue cucur? Ya, kue dari tepung beras dan gula merah (aren) ini merupakan kekayaan kuliner tradisional. Di tengah arus globalisasi yang serba modern ini, tak mudah untuk menemukan jajanan tradisional seperti di Desa Air Teras Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Desa Air Teras ini adalah pusat kuliner “ Kue Cucur “. Aroma wangi yang menggugah selera tercium dari kejauhan. Kue cucur diolah dan dimasak di lapak-lapak pasar itu. Dengan tungku dan kayu bakar, bahkan sekarang ada juga yang memakai kompor. Pedagang yang mayoritasnya adalah ibu-ibu warga Desa Air Teras.
“Iya, kami berjualan sampai malam dan memakai lampu. Satu kue cucur itu kami jual Rp1.000 rupiah saja," ucap rani pedagang kue cucur.
Hampir sama menu yang disajikan setiap lapak, yakni kue cucur, goreng pisang, kacang rebus. Dan bahkan di deretan lain juga menjual sayur seperti umbut rotan, pete serta durian (ketika musim buah). Sajian itu justru membuat ciri khas dan pusat singgah untuk jajan ataupun membeli oleh-oleh.
Sementara itu Yeni seorang pengunjung yang datang dari desa tetangga mengungkapkan bahwa setiap melewati daerah ini, dia selalu membeli Kue cucur. “setiap lewat sini, tidak lengkap kalo tidak mampir untuk beli kue cucur dulu," katanya.
Jika melewati daerah Air Teras, Kabupaten Seluma anda dapat menyempatkan waktu untuk mampir ke kuliner kue cucur dan mencoba makanan kuliner tradisional ini. (Septi)









