BENGKULU, eWarta.co – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Seluma Manna Kaur (IKA Semaku) Provinsi Bengkulu sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) III pada Sabtu (6/6/2026). Forum tertinggi organisasi tersebut menghasilkan kepemimpinan baru yang akan menakhodai IKA Semaku untuk periode 2026–2031.
Rangkaian musyawarah diikuti oleh perwakilan keluarga besar Semaku yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi program kerja sekaligus penyusunan arah organisasi lima tahun ke depan.
Setelah melalui pembahasan dan musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, peserta Mubes akhirnya memberikan kepercayaan kepada Syafriandi untuk memimpin organisasi. Dukungan terhadap Syafriandi mengemuka sejak namanya diusulkan oleh peserta dari Kabupaten Kaur dan mendapat sambutan positif dari peserta lainnya.
Tak hanya memilih ketua umum, Mubes III juga menetapkan jajaran pengurus inti yang akan mendampingi kepemimpinan baru. David Edison dari Kabupaten Seluma dipercaya sebagai sekretaris, sementara posisi bendahara diamanahkan kepada Despen Amri yang berasal dari Kabupaten Bengkulu Selatan.
Sejumlah peserta berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. IKA Semaku dinilai memiliki peran penting sebagai wadah pemersatu masyarakat Seluma, Manna, dan Kaur yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum terpilih, Syafriandi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan amanah yang diberikan oleh seluruh peserta Mubes. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang terbuka, solid, dan mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat Semaku.
Menurutnya, potensi yang dimiliki masyarakat Semaku sangat besar dan perlu dikelola secara bersama-sama melalui organisasi yang kuat. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, ia optimistis IKA Semaku dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta kemajuan Provinsi Bengkulu di masa mendatang.









