BENGKULU, ewarta.co - Dihari Ulang tahun ke-40, Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu resmikan ruang perawatan Seruni untuk kelas II dan Kelas III, Sabtu (23/11).
Peresmian ruang perawatan Seruni ini diresmikan langsung oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta istri, serta turut dihadiri oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman beserta istri.
Adapun ruang perawatan Seruni ini memiliki empat ruang perawatan dan 24 tempat tidur.
Tahun ini, RS Rafflesia Bengkulu telah membangun gedung poliklinik baru dan ruang tunggu pasien termasuk pemenuhan isinya, pembangunan gedung arsip, pembangunan koridor penghubung, taman taman yang indah, loby yang layak dan pantas serta aula yang memadai untuk berbagai kegiatan rumah sakit.
Tak kalah pentingnya lagi, penguatan manajemen yang berimbas pada peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan karyawan.
Dikatakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, pemerintah Provinsi Bengkulu akan selalu men-support Rumah Sakit baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta yang ada di Bengkulu.
"Karena ini kan pelayanan terdepan nya akan langsung dibutuhkan oleh masyarakat, maka bagaimana kita mengembangkan rawat inap di Rumah Sakit M Yunus, kita support dan kita dukung pengembangan di rumah sakit Rafflesia, dan alhamdulillah ini di sektor swasta juga bergerak," katanya, usai meresmikan ruang baru RS Rafflesia Bengkulu.
Kalau Rumah Sakit berkembang seperti ini, tambahnya, makanan pelayanan masyarakat akan semakin bagus, masyarakat juga tidak akan mengeluh lagi lantaran tidak mendapatkan kamar perawatan inap dan pelayanan yang buruk, karena Rumah Sakit telah tersedia dengan bagus.
Mengenai Pemprov Bengkulu mengembangkan rumah sakit pemerintah di Rumah Sakit M Yunus, pemerintah kota Bengkulu mengembangkan Rumah Sakit Kota Kota Sakit Kota Kota, serta pihak swasta mengembangkan Rumah Sakitnya sendiri, Rohidin menyebut hal ini bukanlah sebuah persaingan, melainkan kolaborasi dengan baik agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan memberikan pelayanan di sektor kesehatan dengan baik untuk masyarakat Bengkulu.
"Saya kirain berkolaborasi aja semua, tidak ada Persaingan di sini, yang ada kita bersinergi, berkolaborasi, sehingga nanti dirasakan oleh masyarakat," demikian Rohidin.
40 tahun usia RS Rafflesia, tentu bukanlah usia yang muda lagi. Banyak cerita, banyak suka dan duka, banyak canda dan tawa, dan banyak pula keringat dan airmata yang tertumpah untuk kemajuan Rumah Sakit ini.
"Tahun ini kita memulai dengan mencoba merubah paradigma layanan kami dari “CURE” menjadi “CARE”. Dari sekedar mengobati menjadi memberi layanan yg baik, ramah dan berempati," Ungkap Direktur RS Rafflesia Bengkulu, dr. Abdi Setya Kesuma.
Tahun ini juga, lanjutnya RS Rafflesia Bengkulu mulai memanfaatkan gedung hibah pemda untuk perawatan pasien kelas 2 dan 3, meskipun belum diresmikan tapi sudah dimanfaatkan untuk pelayanan bagi masyarakat Bengkulu. (Nay)









