MBG 3B di Bengkulu Jangkau 40.913 Penerima, Perkuat Upaya Cegah Stunting

Create: Sat, 04/07/2026 - 07:44
Author: Admin 3
Tags

 

Bengkulu, eWarta.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, terus diperluas di Provinsi Bengkulu. Hingga akhir Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 40.913 penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mempercepat penurunan stunting.

Pelaksanaan MBG 3B dilakukan secara bertahap melalui sinergi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan bantuan diterima tepat sasaran oleh keluarga yang membutuhkan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid melalui Ketua Tim Kerja IV Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M mengatakan MBG 3B tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi. Program ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mencegah stunting sejak dini dan menghindari munculnya kasus stunting baru.

Edi Sofyan menjelaskan, dari total 40.913 penerima manfaat, sebanyak 3.426 merupakan ibu hamil, 8.217 ibu menyusui, dan 29.270 balita non-PAUD. Menurutnya, cakupan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi bagi kelompok rentan.

"Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, MBG 3B harus diiringi dengan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pola makan bergizi, sanitasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga," ujar Edi Sofyan kepada pewarta di Bengkulu, Kamis (2/7/2026).

Selain menjalankan MBG 3B, BKKBN Provinsi Bengkulu juga memperkuat intervensi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting melalui berbagai bentuk intervensi.

Edi mencontohkan, pada Juni 2026 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggandeng PT Pelindo II Cabang Bengkulu sebagai orang tua asuh cegah stunting untuk membantu keluarga berisiko stunting di Pulau Enggano. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan stunting di Bengkulu.

Sepanjang Juni 2026, Program Genting telah mengintervensi 3.484 keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Intervensi tersebut meliputi bantuan nutrisi kepada 188 keluarga serta edukasi bagi 3.298 keluarga sebagai langkah meningkatkan pemahaman tentang gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak.