JEMBER, eWarta.co – Layanan kesehatan jemput bola Home Care Pemkab Jember tuai apresiasi dari mantan Wakil Ketua KPK RI Nurul Ghufron. Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu menyebut program ini memperpanjang harapan dan meluaskan senyum warga.
Lewat pernyataannya Sabtu, 25 Juli 2026, Ghufron menilai Home Care menjawab persoalan klasik: akses kesehatan yang terhalang jarak dan biaya.
Ghufron menyoroti realita di lapangan. Banyak warga, terutama di pelosok, kesulitan menjangkau faskes.
“Tak semua langkah sanggup menuju rumah sakit, tak semua jalan mudah dilalui. Namun kesehatan adalah hak setiap insan, yang tak boleh terhalang jarak maupun keadaan,” ujarnya.
Menurutnya, Home Care hadir mengetuk pintu rumah warga. Membawa ilmu, kepedulian, dan harapan langsung ke tempat rakyat menjalani kehidupan.
Ghufron menekankan cakupan layanan yang menyentuh dari kota hingga desa, gang sempit hingga lereng perbukitan.
“Tak ada lagi sekat bagi pengabdian, karena setiap nyawa berhak memperoleh perhatian. Bukan sekadar mengobati, tetapi mendengar, menguatkan, dan mendampingi,” katanya.
Ia menyebut rumah diubah menjadi ruang pemulihan dengan kasih, profesionalisme, dan empati.
Jembatan Keadilan Kesehatan, Wujudkan "Dokter Pribadi" untuk Warga Tak Mampu
Bagi Ghufron, hadirnya Home Care adalah jembatan keadilan layanan kesehatan.
“Semoga hadirnya homecare menjadi jembatan bagi keadilan layanan kesehatan, hingga tak tersisa lagi kendala akses rakyat untuk memperoleh haknya atas kesehatan. Mewujudkan segenap masyarakat serasa memiliki dokter pribadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, program ini melayani si sakit dari seluruh pelosok Jember sampai pasca perawatan tanpa terkendala transportasi, biaya, dan pengantar.
Pernyataan Ghufron menambah panjang daftar dukungan terhadap Home Care Jember. Sebelumnya, program ini juga diapresiasi Wamenkes dan DPR RI karena dinilai berpotensi jadi percontohan nasional.
Diketahui Bupati Jember, Muhammad Fawait alias Gus Fawait, melaunching layanan Homecare di Puskesmas sumberbaru, Kabupaten Jember, menandai dimulainya secara resmi bagi pasien yang terkendala mobilitas, Jum'at ( 24/7/2026) kemarin. (Hafit)










