Bengkulu, eWarta.co - Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui berbagai program prioritas unggulan. Pelaksanaannya yang telah dituangkan dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Undang-undang ini menjadi dasar utama pelaksanaan pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta program keluarga berencana di Indonesia. Dalam regulasi ini ditegaskan bahwa pembangunan keluarga bertujuan meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Lima program prioritas tersebut dirancang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat mulai dari keluarga, remaja, calon pengantin hingga percepatan penurunan stunting. Dalam penurunan stunting, Kemendukbangga luncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Genting menjadi strategi gotong royong nasional dengan melibatkan berbagai pihak untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui pemberian bantuan nutrisi, pendampingan, hingga edukasi kesehatan keluarga. Di Bengkulu terdapat keluarga berisiko stunting mencapai 56.851 keluarga yang tersebar di 10 daerah kabupaten dan kota di daerah ini.
Untuk memastikan anak mendapatkan pengasuhan berkualitas, aman, dan mendukung tumbuh kembang optimal. Pemerintah kembangkan program unggulannya yang disebut Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini membantu para orang tua pekerja agar anak tetap memperoleh pola asuh yang baik," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid kepada awak media di kantornya, Kamis,(21/5/2026).
Ia menyebutkan, dalam percepatan peningkatan kualitas SDM pemerintah melalui Kemendukbangga terus kembali meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
"Yang dikembangkan untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga. Kehadiran figur ayah dinilai penting dalam membentuk karakter serta kesehatan mental anak," ujar Zamhir.
Dengan GATI dapat mengatasi persoalan kririsnya figur ayah dalam pengasuhan. Indonesia salah satu negara dengan tingkat fatherless tertinggi (peringkat tiga dunia), di mana sekitar 25 persen anak Indonesia tumbuh dalam kondisi tanpa peran ayah.
Program Lansia Berdaya yang dikenal dengan SIDAYA menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia agar tetap sehat, produktif, dan mandiri di tengah keluarga maupun lingkungan sosialnya," tambahnya.
Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD masuk dalam prioritas peningkatan kualitas SDM. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Dia berharap melalui lima program prioritas unggulan tersebut, pembangunan keluarga Indonesia dapat berjalan lebih optimal. Keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan SDM unggul, sehat, cerdas, dan berkarakter. “Kualitas SDM dimulai dari keluarga. Ketika keluarga kuat, maka bangsa juga akan semakin kuat,” menjadi semangat utama dalam pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendukbangga.(***)









