Lawan Ketimpangan Layanan, Hutama Karya Kebut Pembangunan RS Strategis di 5 Provinsi

 

JAKARTA, eWarta.co – Indonesia menghadapi tantangan besar: rasio ketersediaan rumah sakit masih jauh di bawah standar ideal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Menanggapi defisit ini, PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran strategis dengan menggenjot pembangunan lima rumah sakit (RS) di lima provinsi yang layanan kesehatannya masih minim.

Proyek ini merupakan ikhtiar nyata untuk menghadirkan pemerataan fasilitas dari barat hingga timur, terutama di wilayah seperti Maluku Utara, Kepulauan Nias, dan Bengkulu yang masih mengalami ketimpangan signifikan.

Kelima pembangunan RS ini adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan di daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (3T).

Progres Pembangunan 5 RS Strategis (November 2025)

Hingga awal November 2025, kelima proyek yang dibangun dengan standar efisiensi konstruksi modern ini menunjukkan progres signifikan;

* RSUD Bengkulu Tengah: Progres 83,06% dan dirancang menjadi rujukan utama bagi tiga kabupaten sekitar.

* RS Kandau Manado (Sulawesi Utara): Progres struktur telah mencapai 49,88%.

* RSUD Kota Bima (NTB): Progres struktur atas mencapai 69,54%, siap melanjutkan pekerjaan interior.

* RSUD Sanana (Maluku Utara): Progres 54,88%, fokus pada penguatan fondasi pesisir.

* RSUD Tafaeri Nias Utara: Progres 52,44%, berhasil mengatasi kendala lahan yang merupakan tanah rawa.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan HK, Mardiansyah, menegaskan bahwa proyek RS adalah bentuk komitmen pada infrastruktur kemanusiaan.

"Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan kami berkomitmen menghadirkan penunjangnya hingga ke pelosok negeri," tutup Mardiansyah.

Pembangunan RS ini menjadi wujud nyata dukungan Hutama Karya terhadap agenda nasional dalam memperkokoh fondasi ketahanan kesehatan bangsa. (Rls)