Laka Tunggal, Truk 'Lohan' Bermuatan Bungkil Kelapa Sawit Terbalik di Simpang 6 Seluma

Create: Mon, 29/06/2026 - 21:26
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co – Pasca-azan Magrib, satu unit truk "Lohan" dengan nomor polisi BE 8164 AUB mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di bundaran Simpang Enam Tugu Serasan Seijoan, Kabupaten Seluma. Truk yang bermuatan penuh bungkil kelapa sawit tersebut diketahui melaju dari arah Kota Bengkulu menuju Kabupaten Bengkulu Selatan.

​Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, istri sopir yang diketahui sedang hamil tiga bulan mengalami cedera pada bagian kaki. Sementara itu, sopir beserta anaknya yang masih balita dilaporkan selamat tanpa luka.

​Ketua RT 04 Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, Zizwan Efendi menceritakan bahwa truk tersebut tampak sudah oleng saat melintasi bundaran Serasan Seijoan. Kerusakan pada bagian kaki-kaki truk diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Setelah melewati bundaran, tepatnya di depan kantor perizinan satu pintu, truk tersebut akhirnya kehilangan keseimbangan dan terbalik ke sisi kiri jalan.

​"Mobil Lohan itu melaju dari arah Bengkulu menuju ke arah Manna (Bengkulu Selatan) membawa bungkil sawit dengan muatan penuh," terang Zizwan.

​Diketahui, truk tersebut dikemudikan oleh Wahyu Endro Gunawan (27), warga Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ia melakukan perjalanan bersama istrinya, Septiani (25), dan anak mereka, Azkia Kaila (3).

​Zizwan menambahkan, sang istri yang mengalami cedera kaki akan segera mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan kondisi kandungannya.

​"Sopir membawa anak dan istrinya. Untuk istri sopir rencananya ingin dibawa ke pemeriksaan medis karena sedang hamil tiga bulan dan kakinya cedera. Kalau sopir dan anaknya tidak apa-apa," tambahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, kendaraan besar bermuatan penuh tersebut terpantau masih berada di lokasi kejadian dengan posisi terbalik dan menunggu proses pemindahan.

​"Untuk saat ini mobil tersebut belum dilakukan evakuasi," tutup Zizwan. (Rns)