Kreator Indonesia Siap Cuan: Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Luncurkan Program AI + Monetisasi Gratis 6 Bulan

Create: Wed, 17/06/2026 - 21:33
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe resmi menjalin kolaborasi strategis pada Rabu (17/6/2026). Kerja sama ini dirancang untuk membantu para kreator konten Indonesia naik kelas, sekaligus mengubah akses teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi peluang ekonomi yang nyata melalui kurikulum khusus dan program monetisasi konten.

​Langkah ini diambil berkaca dari data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang menunjukkan bahwa meski masyarakat sudah makin melek digital, belum semuanya mampu mengonversi keterampilan tersebut menjadi sumber penghasilan. Program kolaborasi ini hadir sebagai solusi konkret atas tantangan tersebut.

​Kolaborasi berskala besar ini menghadirkan tiga pilar dukungan utama yang dapat dinikmati oleh para kreator lokal:

​1. Adobe Express Premium Gratis 6 Bulan

Seluruh pelanggan Indosat (IM3 dan Tri) kini bisa mendapatkan akses penuh ke fitur Adobe Express Premium, termasuk berbagai tools berbasis AI secara gratis selama enam bulan. Aplikasi ini mempermudah pembuatan desain, pengeditan video, dan produksi konten cepat langsung dari ponsel.

​2. Kurikulum AI Berbahasa Indonesia

Melalui Adobe Digital Academy, materi pembelajaran kini dihadirkan penuh dalam Bahasa Indonesia. Mulai dari kelas singkat hingga pendalaman keahlian (deep skill), kurikulum ini mencakup digital storytelling, desain, hingga komunikasi visual yang menargetkan literasi AI untuk semua kelompok usia.

​3. Program Monetisasi Kreator Pertama di Indonesia

Adobe Express memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan program monetisasi global mereka. Melalui program ini, kreator lokal dapat menjual template buatan mereka dan langsung menghasilkan pendapatan. Selain itu, para peserta terpilih akan diberi panggung di ajang IDEAFEST 2026 untuk membuka peluang tembus ke industri profesional.

​Kemenekraf ikut mengawal inisiatif ini melalui program ECHOES (Ekraf Goes to School and Campus) sebagai jembatan edukasi. Program ini berfokus pada penguatan literasi ekonomi kreatif, pemahaman kekayaan intelektual (KI), adopsi teknologi AI, serta membuka akses koneksi ke pasar yang lebih luas.

​"Fokus kami adalah memanfaatkan AI untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan untuk menggantikannya. Kemitraan strategis ini membekali generasi muda kita agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk bersaing di kancah global," ujar Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya.

​Di sisi lain, Indosat Ooredoo Hutchison akan menyalurkan program ini melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi). Setelah sebelumnya berhasil menjangkau 10.000 anak muda, target di tahun 2026 ini dinaikkan menjadi 15.000 kreator di seluruh Indonesia.

​“Indonesia memiliki talenta kreatif yang melimpah. Yang mereka butuhkan saat ini adalah akses ke perangkat, peningkatan skill, dan peluang. Kolaborasi AI dan kreativitas ini adalah cara kami membangun masa depan yang #LebihBaik,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.

​Pihak Adobe pun menegaskan komitmen penuh mereka dalam mendukung ekosistem digital di Indonesia.

​"Kami bangga bisa membantu para kreator Indonesia mewujudkan ide-ide kreatif mereka menjadi peluang ekonomi yang nyata," pungkas President Adobe, David Wadhwani, dalam keterangan tertulis yang diterima ewarta.co, Rabu (17/6/2026).

​Penulis: Hafit

Foto: Dok. Istimewa / Kemenekraf