KOTAMOBAGU, eWarta.co — Konflik yang melibatkan masyarakat Desa Poopo dan Kelurahan Upai mendapat perhatian dari Hi. Saidin Mokoginta, S.E., Ketua Dewan Syuro PKB Kota Kotamobagu Barat sekaligus Anggota DPRD Kota Kotamobagu dari Fraksi PKB.
Saidin mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperbesar persoalan. Menurutnya, setiap perbedaan maupun gesekan di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog dan pendekatan kekeluargaan.
Ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan mengganggu keamanan serta ketenteraman masyarakat Kota Kotamobagu.
“Jangan mudah terprovokasi. Jangan langsung percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, apalagi kalau belum jelas kebenarannya. Kita harus menjaga suasana tetap aman dan kondusif,” ujar Saidin.
Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan informasi yang membangun dan menyejukkan. Sebaliknya, penyebaran informasi tanpa konteks, foto, video maupun komentar yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh keadaan.
Saidin meminta masyarakat Poopo dan Upai memberikan ruang kepada pemerintah serta pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur komunikasi yang baik.
“Yang kita harapkan adalah penyelesaian secara damai dan kekeluargaan. Jangan sampai masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi justru semakin besar karena emosi dan provokasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat maupun pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang berpotensi memicu ketegangan.
“Jangan karena informasi di media sosial yang belum tentu benar, persaudaraan kita menjadi rusak. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Kota Kotamobagu,” katanya.
Saidin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana Kota Kotamobagu tetap sejuk dan kondusif di bawah kepemimpinan Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, S.P.M.
“Utamakan persaudaraan, tahan emosi dan jangan memberi ruang bagi provokasi,” pungkasnya.***
(Rm)










