Kolaborasi Cegah Stunting dari Kalangan Pelajar SMA

Create: Mon, 06/06/2022 - 14:48
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Menangani persoalan stunting di Provinsi Bengkulu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berencana memperbanyak sosialisasi dan edukasi ke remaja sekolah menengah atas (SMA).

Rencananya, Pemprov dan Pemkot akan berkeliling ke sekolah-sekolah memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting.

“Salah satu pencegahan stunting, kita sosialisasi keliling ke sekolah-sekolah mengedukasi ke siswa. Intinya kita ingin menanamkan kepada anak-anak kita jangan mereka melakukan pergaulan seks bebas dan jangan menikah dini. Sebab pernikahan dini itu bisa memicu kelahiran anak stunting dan sangat tidak baik,” kata Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi selaku Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu saat rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, Senin (6/6/2022) di ruang rapat Rafflesia lantai 2 Kantor Gubernur.

Selain itu, masih kata Dedy pihaknya juga akan membuat inovasi yakni di setiap SMA akan dibuat Duta Stunting.

“Merekalah yang nanti akan berkeliling ke sekolah-sekolah. Kami siapkan anak-anak yang telah dilatih,” kata Dedy.

Dedy melanjutkan, pihaknya juga sudah bertemu langsung kepala BKKBN pusat Hasto Wardoyo koordinasi soal pecegahan stunting. Hal itu pun disambut baik oleh BKKBN Pusat dan siap membantu terkait pelaksanaannya.

Wakil Gubernur Rosjonsyah menanggapi positif rencana tersebut. Menurutnya, stunting tidak boleh dianggap remeh.

“Angka stunting sudah 26 persen secara nasional. Ini melemahkan generasi kita di masa akan datang. Negera kuat kalau rakyat kuat. Jadi kita harus memikirkan masa depan generasi kita,” ujar Rosjonsyah.

Sebagai ketua TPPS provinsi, Rosjonsyah berharap kerjasama bersama.

“Di sini sudah ada Yayasan Fatmawati yang juga akan memberikan kontribusi. Saya berharap dalam penanganan stunting perlu komitmen bersama lintas sektor agar upaya penanganan stunting daoat diatasi mulai dari pola asuh, akses sanitasi dan air bersih,” demikian Rosjonsyah.

Inti dari digelarnya rapat ini membahas program digitalisasi percepatan pencegahan stunting Provinsi Bengkulu dalam mendukung implementasi perpres nomor 72 tahun 2022.

Rapat di ruang rafflesia itu dipimpin langsung wagub Rosjonsyah selaku ketua TPPS Provinsi Bengkulu dan hadir juga kepala BKKBN perwakilan Bengkulu. Kemudian juga hadir kadis DP3AP2KB Kota Bengkulu Dewi Dharma dan pihak dari yayasan Fatmawati.