BENGKULU, eWARTA.co - Direktur RSHD Kota Bengkulu dr. Lista Cerlyviera berikan klarifikasi terkait pasien positif Covid-19 yang dikabarkan pernah dirawat di RSHD Kota Bengkulu.
Bunda Lista menyebutkan, bahwa pasien NS yang dikonfirmsi positif Covid-19 tidak pernah dirawat di RSHD Kota Bengkulu, melainkan hanya masuk di IGD.
"Menjelaskan sedikit tentang pasien inisial NS yang pagi tadi meninggal dan telah dinyatakan positif Covid-19, bahwa pasien tersebut sebenarnya tidak ada dirawat di RSHD, jadi pasien tersebut cuma masuk ke IGD, pada tanggal 20 Maret, karena dia punya gula darah dan ada mengalami batuk dan tidak menyatakan bahwa dia dari daerah luar, itu diperiksa gula darah dan pulang rawat jalan, jadi sebatas IGD," jelas Bunda, Selasa (31/3).
Pada tanggal 23 Maret 2020, lanjut Bunda Lista, pasien ini masuk IGD lagi dan dari situ dinyatakan Pasian Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, sebelum dirujuk ke RSUD M Yunus.
"Jadi tidak ada dirawat inap di Rumah Sakit kita, Rumah Sakit Harapan dan Do'a Kota Bengkulu, tapi hanya sebatas IGD, itupun pada saat dinyatakan PDP pada tanggal 24 Maret dinihari, beliau dirujuk ke RSUD M Yunus, kita sudah melakukan rotgen dan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan arahan dari tim klinis RSUD M Yunus," imbuhnya.
Sedangkan untuk petugas laboratorium maupun petugas radiologi yang melakukan rotgen, saat melakukan pemeriksaan telah memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. (Nadya)









