Kepahiang, eWarta.co - Mahasiswa Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata di Desa Sido Makmur, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang memperkenalkan budidaya ikan di dalam kolam terpal. Program ini sebagai solusi pemanfaatan air yang melimpah di desa Sido Makmur sekaligus sebagai peluang ekonomi baru bagi warga.
Kegiatan Edukasi dan pelatihan budidaya ikan kolam terpal ini telah dilaksanakan pada Jumat (7/8) bertempat di balai desa Sido Makmur yang dihadiri puluhan warga desa yang tertarik dengan usaha budidaya ikan. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh para generasi muda desa Sido Makmur yang sangat antusias melihat peluang usaha dari ternak ikan kolam terpal.
Koordinator desa (kordes) KKN desa Sido Makmur, Reza Marlint Hidayat, mengatakan budidaya ikan di dalam kolam terpal dipilih sebagai program kerja (proker) kelompok karena banyak air mengalir di desa ini yang belum dimanfaatkan. “Kami membuat kolam dari terpal plastik dengan kerangka dari kayu dan bambu yang banyak ada di desa ini. Selanjutnya kolam ditempatkan didekat saluran air dan dialirkan ke dalam kolam. Dengan cara ini tidak perlu menambahkan mesin aerator di dalam kolam karena air terus mengalir”.
Respon warga desa Sido Makmur sangat positif dengan kegiatan ini. Bapak Edona Fernando, selaku Kepala Desa Sido Makmur mengatakan kegiatan memelihara ikan di dalam kolam terpal sangat cocok untuk diterapkan di desa ini karena hanya membutuhkan tempat yang tidak luas, mudah dibuat, dan dapat menjadi sumber penghasilan baru.
“Dengan air yang melimpah dan tidak termanfaatkan, budidaya ikan di kolam terpal ini dapat diterapkan di setiap rumah di desa kita”.
Sementara itu, Ikhsan Hasibuan, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN desa Sido Makmur berharap warga desa memiliki peluang usaha baru yang bernilai ekonomis dengan memelihara ikan di dalam kolam terpal. “Ikan lele, nila, dan mas cocok dipelihara dalam kolam terpal, umurnya singkat, pemeliharaannnya mudah, dan harga jualnya baik”.
Namun ada kekhawatiran warga jika budidaya ikan kurang cocok di wilayah Kabawetan karena suhu yang dingin. Menanggapi pertanyaan ini, Bapak Ali Imran S.St, selaku penyuluh perikanan menyatakan tidak perlu khawatir. “Suhu di Kabawetan masih sangat cocok untuk budidaya ikan, bahkan suhu yang rendah justru membuat nafsu makan ikan lebih tinggi”.
Usaha budidaya ikan dalam kolam terpal diharapkan menjadi rintisan usaha baru bagi warga desa khususnya bagi pemuda desa yang belum memiliki pekerjaan tetap.










