BENGKULU, ewarta.co -- Anggota Banggar DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP, MM mrnyesalkan, realisasi belanja modal terutama infrastruktur berupa jalan, jembatan dan irigasi beserta jaringannya pada tahun lalu, tidak mencapai 100 persen.
Pasalnya berdasarkan Sisa Lebih Perhitungan (SILPA) Tahun Anggaran (TA) 2022, diketahui belanja modal jalan, jembatan dan irigasi serta jaringannya hanya 90,87 persen.

Untuk itu, ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu ini, pada APBD tahun ini jangan sampai terjadi lagi hal sedemikian. Apalagi pembangunan infrastruktur itu sarat dengan kepentingan dan merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat.
"Kita berharap ini dapat menjadi catatan eksekutif. Belanja harus lebih maksimal lagi," katanya.
Menurutnya, sebagaimana diketahui pada APBD TA 2022 lalu belanja modal jalan, jembatan dan irigasi serta jaringannya hanya terealisasi sebesar Rp 81,19 miliar atau hanya terserap 90,87 persen dari total yang dianggarkan.
Dengan itu membuat dari total alokasi pada APBD tahun lalu, masih tersisa Rp 8,15 miliar. Dengan kata lain yang tidak teserap 9,13 persen. Sisa Rp 8,15 miliar yang telah dialokasikan untuk belanja modal tersebut bukanlah sedikit. (Re/adv)









