Ketua DPRD, Sumardi Kombes Ajak Masyarakat Sukseskan Festival Tabut 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi Bengkulu

 

BENGKULU, eWarta.co – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Festival Tabut 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada Selasa, 16 Juni mendatang.

Obb

​Festival budaya tahunan kebanggaan masyarakat Bengkulu ini dinilai memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam memperkuat identitas budaya lokal maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

​Sumardi menjelaskan bahwa Festival Tabut kini bukan sekadar agenda budaya daerah biasa. Event ini telah bertransformasi menjadi salah satu magnet pariwisata nasional yang secara konsisten masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

​Oleh karena itu, dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan kesuksesan acara berskala besar ini.

​"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu untuk menyukseskan Festival Seni dan Budaya Tabut Tahun 2026. Kegiatan ini sudah masuk dalam Kalender Event Nasional dan menjadi event berskala nasional yang membawa nama baik Bengkulu di tingkat Indonesia," ujar Sumardi, Jumat (12/6/2026).

​Lebih lanjut, Politisi Partai Golkar ini menekankan dampak multiplier (multiplier effect) dari pelaksanaan festival ini terhadap sektor perekonomian, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu. Perputaran uang selama festival diharapkan mampu menstimulasi ekonomi kreatif warga setempat.

​"Tabut menjadi daya ungkit ekonomi daerah karena banyak peluang usaha yang tercipta selama pelaksanaan kegiatan. UMKM dapat berjualan dan mempromosikan produknya secara langsung kepada wisatawan yang datang ke Bengkulu," tambahnya.

​Di samping aspek perputaran ekonomi, Sumardi juga mengingatkan bahwa Festival Tabut merupakan momentum krusial untuk merawat sekaligus melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah panjang bagi Bumi Raflesia.

​Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini harus terus digaungkan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman, terutama di kalangan generasi muda.

​"Tradisi ini adalah identitas kita. Menjaganya tetap hidup dan memperkenalkannya kepada generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama agar nilai-nilai sejarah di dalamnya tetap lestari," pungkasnya. (Red/Adv)