Bengkulu, eWarta.co – Musim kemarau yang mulai berlangsung sejak Juni 2026 mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat di Kota Bengkulu. Kondisi minimnya curah hujan menyebabkan sektor pertanian mengalami kendala akibat berkurangnya pasokan air, sementara warga yang masih mengandalkan sumur mulai merasakan penurunan debit air bersih.
Salah seorang petani, Soeparno (77), mengatakan persoalan utama yang dihadapi petani saat ini adalah sulitnya mendapatkan aliran air dari Air Dendam menuju lahan persawahan. Menurutnya, kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan akibat tumpukan pasir dan sampah membuat aliran air tidak dapat menjangkau seluruh area persawahan.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani harus mencari alternatif sumber air agar lahan tetap bisa diolah. Bahkan, beberapa petani terpaksa memanfaatkan aliran air dari kawasan permukiman meskipun kondisi air keruh dan bercampur limbah rumah tangga untuk menjaga sawah tidak mengalami kekeringan.
Petani lainnya, Apri (53), mengungkapkan musim kemarau juga menghambat proses pembajakan sawah. Saat ini, hanya petani yang berada di bagian hulu saluran irigasi yang sudah dapat mengolah lahan, sedangkan petani di bagian ujung masih menunggu pasokan air karena aliran belum sampai ke area persawahan.
Selain berdampak pada sektor pertanian, kemarau juga mulai dirasakan warga yang menggunakan sumur sebagai sumber air bersih. Saeful, salah seorang warga, mengatakan debit air sumurnya mulai menurun sejak akhir Juni 2026 dan kondisi air terkadang menjadi keruh sehingga ia lebih banyak menggunakan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal serupa dirasakan Jaya yang menyebut debit air sumurnya berkurang sejak awal Juli 2026. Kondisi tersebut membuat sejumlah aktivitas rumah tangga harus disesuaikan karena ketersediaan air tidak lagi sebanyak saat musim penghujan.
Soeparno berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran irigasi dan memperbaiki jaringan air yang rusak agar distribusi air ke sawah kembali lancar. Sementara itu, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air selama musim kemarau dan pemerintah diharapkan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.










