SELUMA, eWarta.co — Kemarau berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Seluma. Berdasarkan catatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sedikitnya 654,8 hektare areal persawahan yang telah ditanami padi mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Kondisi tersebut terjadi akibat pasokan air irigasi yang terus menurun drastis. Minimnya ketersediaan air membuat sejumlah areal persawahan mengering, bahkan sebagian tanaman padi berpotensi mengalami kerusakan hingga gagal panen total (puso).
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya pasokan air yang memadai, produksi padi di Kabupaten Seluma dikhawatirkan menurun. Selain mengancam tanaman yang ada, kemarau juga berpotensi memicu penurunan luas tanam dan hasil panen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Ketua Tim Kerja PPL Kabupaten Seluma, Dwi Baskito, menyampaikan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan seluruh tim PPL di wilayah Kabupaten Seluma.
“Sampai saat ini, total lahan sawah yang sudah ditanami padi dan mengalami kekeringan mencapai 654,8 hektare,” ujarnya, Jumat (17/9).
Demi menjaga produksi pangan dan mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Seluma, para penyuluh pertanian mengimbau petani untuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan.
Pada lahan yang mengering, petani dianjurkan menanam varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Apabila kondisi lahan tidak memungkinkan untuk ditanami padi, petani disarankan beralih sementara ke tanaman jagung atau hortikultura seperti sayuran.
“Untuk lahan yang kering, bisa ditanami varietas padi tahan kering. Jagung juga bisa menjadi pilihan, begitu pula tanaman hortikultura atau sayuran. Yang penting lahan tetap dibudidayakan dan menghasilkan,” jelajah Dwi.
Selain penyesuaian jenis tanaman, upaya penanganan kekeringan juga dilakukan melalui penyediaan sumber air baru. Kelompok tani di Kabupaten Seluma melalui PPL telah mengusulkan pembangunan 31 unit irigasi perpompaan (irpom) atau sumur bor kepada Dinas Pertanian Kabupaten Seluma.
“Usulan sumur bor sudah masuk dan sebanyak 31 unit telah dikontrak,” pungkasnya. (Rns)










