KOTAMOBAGU, eWarta.co — Keluarga pasien gagal ginjal asal Kotamobagu meminta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu menambah sesi (shift) layanan hemodialisa untuk memudahkan akses pasien yang membutuhkan terapi rutin.
Permintaan ini muncul menyusul keterbatasan fasilitas cuci darah di rumah sakit tersebut. Saat ini, RSUD Kotamobagu hanya memiliki empat unit alat hemodialisa, sehingga jumlah pasien yang bisa ditangani setiap harinya terbatas dan antrean sering terjadi.
Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Sulawesi Utara (GMPK Sulut) menanggapi hal ini dengan serius. Ia menekankan bahwa penambahan fasilitas dan sesi layanan hemodialisa merupakan kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
“Banyak pasien dan keluarga di Bolaang Mongondow Raya mengeluhkan keterbatasan alat cuci darah. Pemerintah daerah dan DPRD perlu segera menindaklanjuti agar penambahan alat maupun sesi layanan dapat direalisasikan,” kata Wakil Ketua GMPK Sulut.
Sebelumnya, Direktur RSUD Kotamobagu, Tanti Korompot, telah menyampaikan harapannya agar alat hemodialisa ditambah. Usulan tersebut sudah diakomodir oleh pemerintah daerah dan saat ini menunggu proses lanjutan di DPRD Kota Kotamobagu. Penambahan sesi atau shift hemodialisa diharapkan dapat mempercepat pelayanan, mengurangi antrean, dan meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menangani pasien gagal ginjal.***









