SELUMA, eWarta.co – Sebuah video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan terhadap seorang pelajar di lingkungan SMPN 45 Seluma viral di media sosial. Aksi tersebut langsung memicu perhatian serius dari warganet.
Dalam video yang beredar, seorang siswi berinisial RS, pelajar kelas VIII SMPN 45 Seluma, diduga menjadi korban perundungan oleh sesama siswi di sekolah tersebut. Korban tampak tidak melakukan perlawanan sama sekali, sementara beberapa pelajar lain hanya menonton peristiwa tersebut.
Salah seorang anggota keluarga korban, Jenawan, mengungkapkan bahwa dugaan perundungan yang dialami RS bukan kali pertama terjadi.
"Kejadian ini sudah ketiga kalinya. RS selama ini enggan melapor ke orang tua karena takut para pelaku mengetahui dan kembali merundungnya," ujar Jenawan, Jumat (12/6/2026).
Pihak keluarga menyayangkan lambatnya respons dari pihak terkait sehingga mereka memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Kami sebenarnya berharap ada langkah cepat dari pihak sekolah maupun instansi terkait setelah video tersebut beredar. Namun, hingga saat ini belum ada penyelesaian yang jelas. Karena itu, kami memilih menempuh jalur hukum agar ada kepastian serta perlindungan bagi anak kami," tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Pihak keluarga sangat berharap proses hukum dapat berjalan adil dan memberikan efek jera kepada para pelaku.
"Sejauh ini korban jadi pendiam dan mentalnya tertekan. Bahkan setelah kejadian pada hari Rabu kemarin, korban sama sekali tidak berani masuk sekolah," jelas Jenawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelajar yang terekam dalam video tersebut mengenakan seragam olahraga bertuliskan SMPN 45 Seluma. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai langkah penanganan internal maupun pendampingan psikologis terhadap korban.
Secara terpisah, Kapolsek Talo, Iptu Arif Hidayat, S.Kom., saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap maupun motif di balik aksi perundungan tersebut.
"Iya benar, saat ini mereka (pihak terlibat) sudah berada di Polsek. Untuk motifnya belum kami ketahui secara pasti karena masih akan dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan," kata Kapolsek, Jumat (12/6/2026).
Pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, termasuk para pelajar yang terlibat, saksi-saksi di lokasi kejadian, serta pihak sekolah guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut. (Rns)









