BENGKULU,eWARTA.co -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menyebutkan hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami keterbatasan kebutuhan darah di masa pandemi COVID-19.
"Akibat pandemi aktivitas berkumpul ramai-ramai terhenti. Biasanya ada donor darah di kantor-kantor sekarang ini hampir tidak ada lagi," kata Jusuf Kalla didampingi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Bengkulu masa bakti 2021-2026, di Bengkulu, Jumat (28/5/21).
Alternatif dari kebutuhan stok darah itu, kata JK, adalah dengan adanya donor darah pengganti dari kerabat terdekat.
"Karena itu kita minta bantuan polisi dan TNI karena masih kurang kebutuhan darah, juga donor darah pengganti dari pihak keluarga,” kata JK.
Sementara itu disebutkan ketua terpilih PMI Bengkulu Asnawi A Lamat didampingi Syukur Alwie sebagai Ketua Dewan Kehormatan, dari ketersediaan darah di Bengkulu sebanyak 76.000 kantong darah relawan yang dikumpulkan melalui 3 unit donor darah (UDD) yakni Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dan Rejang Lebong baru memenuhi 68 persen kebutuhan darah yang ada.
"Sehingga kedepan bagaimana caranya kepengurusan baru dapat memenuhi 32 persen kekurangan stok darah di Bengkulu bisa teratasi," kata Asnawi.
PMI Organisasi yang Bergerak di Tengah Kesulitan Masyarakat
Jusuf Kalla mengatakan bahwa pada dasarnya PMI adalah organisasi yang bergerak pada saat ada kesulitan di masyarakat, baik itu karena bencana alam maupun kemanusiaan.
Lebih lagi pada status zona rawan bencana-nya Bengkulu, kemampuan khusus dalam memenuhi kebutuhan sosial masyarakat harus diemban anggota PMI.
Apalagi kepercayaan masyarakat oleh hadirnya PMI dalam keadaan kedaruratan sehingga menempatkan PMI pada garda terdepan penanggulangan bencana.
Prinsip-prinsip pokok seperti keberanian, keikhlasan dan kemandirian ini sangat penting dalam menjalankan tugas PMI, termasuk di Provinsi Bengkulu.
"Bengkulu adalah daerah rawan bencana atau ring of fire. Terlebih saat ini seluruh dunia sedang mengalami pandemi COVID-19, oleh karena itu diperlukan kerja sama yang solid antara pusat dan daerah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut," ujarnya.
"Pentingnya kepercayaan masyarakat karena tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat maka PMI tidak dapat bekerja dengan baik," ujarnya. (Bisri)









