JEMBER, ewarta.co – Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama dalam Raperda Perubahan APBD 2026.
Hal tersebut disampaikan Gus Fawait kepada awak media usai Sidang Paripurna III Jawaban Bupati Jember atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi di Kantor DPRD Jember, Jalan Kalimantan 86, Senin (7/9/2026).
"Eksekutif dan legislatif sepakat bahwa pemanfaatan APBD harus memiliki dampak pengganda (multiplier effect). Ujungnya adalah untuk menurunkan angka kemiskinan secara terstruktur," ujar Gus Fawait.
Ia membeberkan bahwa strategi penanganan kemiskinan dilakukan melalui jangka pendek, menengah, hingga panjang. Menurutnya, kunci utama dari efektivitas program tersebut terletak pada validitas data.
Pemkab Jember telah melakukan sejumlah terobosan. Pertama, Verifikasi dan Validasi (Verval) desil 1 yang melibatkan langsung ASN Pemkab. Kedua, kolaborasi dengan mahasiswa KKN Kolaboratif untuk verval desil 2, yang berhasil memutakhirkan data sekaligus mendeteksi puluhan ribu data warga miskin yang telah meninggal dunia.
"Tanpa data yang valid, kita tidak bisa memberikan intervensi yang tepat sasaran," tegasnya.
Gus Fawait melanjutkan, skema penanganan kemiskinan dibagi menjadi dua kelompok sasaran:
* Kelompok Usia Produktif: Diberikan program pelatihan kerja dan bantuan wirausaha agar dapat mandiri secara ekonomi.
* Kelompok Non-Produktif (Lansia 60 Tahun ke Atas): Diberikan bantuan sosial murni serta bantuan fisik untuk memenuhi kebutuhan dasar.
"Anggaran tidak bisa hanya dialokasikan untuk pelatihan. Kita harus menyadari ada warga tidak mampu yang sudah tidak produktif, dan itu wajib kita tanggung," jelasnya.
Untuk jangka menengah, Pemkab Jember memfokuskan anggaran pada pembenahan infrastruktur mendesak, seperti penerangan jalan umum, revitalisasi pasar tradisional, dan peningkatan fasilitas rumah sakit.
Sementara untuk jangka panjang, fokus diarahkan pada investasi pendidikan melalui program beasiswa serta pembangunan fasilitas sekolah, yang dampaknya diproyeksikan terasa dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.
Melalui sinergi ini, Gus Fawait optimistis angka kemiskinan absolut di Jember dapat terus ditekan dan turun signifikan dalam lima tahun ke depan. Program pendukung seperti homecare juga akan terus diperkuat.
Penyampaian jawaban bupati secara langsung dan interaktif ini dinilai efektif untuk menyamakan persepsi antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal pembangunan daerah. (Hafit/prw)










