SELUMA,eWarta.co -- Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang hari Raja Idulfitri1447 Hijriyah 2026, mendorong sebagian warga melakukan pembelian dalam jumlah banyak lebih awal atau panic buying demi mengantisipasi kemungkinan kelangkaan.
Berdasarakan pantauan di SPBU yang teletak di kelurahan pasaar Tais, Kecamatan Seluma, anterean terlihat mengular. Anteran Kendaraan Roda2 dan roda 4 untuk mengisi BBM mencapai puluhan hingga ratusan meter.
Bukan hanya itu, meskipun BBM di SPBU dalam keadaan kosong, sebagian masyarakat sudah mengantrikan kendaraannya di SPBU.
Salah satu warga asal kecamatan seluma utara yang ikut mengantre, Kusin (58), mengaku terpaksa membeli BBM lebih awal karena khawatir sulit mendapatkan bahan bakar di kemudian hari.
"Kami itu resah dengan kabar yang beredar, minyak (BBM, red) ini sangat dibutuhkan, apalagi kami yang jauh dari pelosok, harus terus ada. Jadi daripada kami sulit cari minyak, lebih baik kami beli lebih awal." Sampainya, Sabtu (07/3/2026).
Meskipun sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu menyatakan stok BBM masih mencukupi, Kusin menilai kekhawatiran masyarakat muncul karena pengalaman sebelumnya.
"Mungkin saja stoknya cukup, tapi kalu kita berkaca dari yang lalu, sulitnya minya ini sangat mengganggu kami masyarakat di pelosok. Bagi kami minyak ini adalah kebutuhan pokok untuk melansir hasil pertanian." Sambungnya. (Rns)









