BENGKULU,eWARTA.co -- Warga Kota Bengkulu masih ingat dengan Chandra Octaviansyah (30), yang tinggal di Jalan Musium RT 09 RW 03 Nomor 10, Kota Bengkulu. Chandra merupakan korban penyiraman air berbahan kimia pada 2 tahun silam.
Akibat penyiraman air berbahan kimia itu, saat ini membutuhkan perhatian dan uluran tangan semua pihak, tidak saja pemerintah daerah di Bengkulu, namun juga para dermawan ataupun donatur.
Butuhnya uluran tangan dari para donatur, karena Chandra yang diagnosa mengalami kebutaan mata dan kerusakan kulit wajah, ingin berobat untuk bisa sehat.
Terlebih ketika usai kejadian 2 tahun silam, Chandra yang menjadi korban penyiraman air berbahan kimia bersama calon istrinya ketika itu, sempat didatangi Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan dan perangkat kecamatan serta kelurahan setempat.
Bahkan ketika itu, atas Pemerintah Kota (Pemkot) sempat juga melepas keberangkatan Chandra untuk mendapatkan penanganan secara medis.
Tapi harapan Chandra yang merasa mendapat dukungan dari pemerintah daerah, sepertinya belum sesuai harapan. Terutama sempat berobat ke rumah sakit di Palembang, namun tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan.
Sebelumnya juga, Chandra setelah kejadian berobat sesuai rujukan dari RSUD Kota Bengkulu ke rumah sakit di Jakarta/ RSCM. Namun setelah datang dan berobat, dokter spesialis mata merujuk berobat ke rumah sakit di Singapura untuk melakukan operasi matanya, yang sudah menjadi buta, karena siraman air berbahan kimia.
Oleh karena itu Chandra meminta kepada pihak donatur, untuk bisa membantu biaya pengobatan ke Singapura yang kurang lebih Rp. 500 juta.
“Berapapun jumlah bantuan yang diberikan kepada saya, mudah-mudahan bisa membantu untuk segera berangkat ke rumah sakit Singapura,” kata Chandra dalam surat permohonannya yang ditandatanganinya diatas kertas dan diketahui oleh perangkat Kecamatan Ratu Agung dan Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu, tertanggal 1 April 2022, Jumat (14/4/2022).
Pria dengan kelahiran Bengkulu, 24 Oktober 1992 lalu ini dalam permohonannya mendapatkan suport dari perangkat Kecamatan dan Kelurahan setempat ini, membutuhkan aluran tangan berbagai pihak, karena musibah yang dialaminya, belum sembuh dan masih memerlukan perawatan. Mengingat sebelumnya sempat ke Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu hingga ke RSCM.
Ditambah lagi, jika dengan kondisi sekarang tidak segera ditangani, ditambah Chandra masuk dalam golongan warga yang kurang mampu, dikawatirkan akan semakin parah, akibat air keras.
“Memang biaya yang dibutuhkan untuk berobat tidak sedikit. Mudah-mudahan saja ada donatur yang membantu,” tutup Chandra dengan nada rendah dan penuh harap didampingi orang tuanya, Maulana.
Sementara, untuk para donatur yang ingin membantu Chandra bisa mengirimkan donasinya ke nomor rekening BCA 6555 228663, atas nama Linda Zaharudin. (Bisri)









