Zulkifli Hasan Tinjau Langsung Ketahanan Pangan Bengkulu, Pastikan Pupuk Aman dan Harga Gabah Terjaga

Create: Fri, 01/05/2026 - 13:34
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu dengan meninjau langsung program ketahanan pangan sekaligus menyerap aspirasi petani dalam kegiatan rembuk tani di area persawahan Jalan Danau, Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelaksanaan program strategis sektor pangan berjalan optimal di daerah. Dalam agenda itu, Zulkifli Hasan turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan petani serta memantau kondisi distribusi pupuk, harga gabah, hingga persoalan irigasi pertanian.

Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah memiliki tiga fokus utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, yakni memastikan distribusi pupuk berjalan lancar tanpa keterlambatan, menjaga harga gabah petani minimal Rp6.500 per kilogram, serta mempercepat pembangunan koperasi desa sebagai penopang ekonomi masyarakat.

“Hasil peninjauan menunjukkan stok pupuk di Bengkulu aman dan harga pupuk masih dalam kondisi terjangkau. Ini penting agar petani tidak mengalami hambatan dalam proses produksi,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan pupuk, pemerintah pusat juga memprioritaskan pembenahan infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan. Zulhas meminta pemerintah daerah segera mengusulkan perbaikan jaringan irigasi agar dapat masuk dalam program pembangunan nasional demi menjaga produktivitas lahan pertanian.

Ia menegaskan keberadaan irigasi yang baik sangat menentukan keberhasilan produksi pangan nasional. Menurutnya, persoalan irigasi tidak boleh dibiarkan karena berpengaruh langsung terhadap hasil pertanian masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menegaskan larangan keras terhadap alih fungsi lahan sawah produktif menjadi penggunaan lain, termasuk perkebunan maupun pembangunan non-pertanian. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Lahan sawah produktif harus dilindungi. Jangan sampai beralih fungsi karena ini menyangkut masa depan pangan nasional,” katanya.

Rembuk tani yang digelar juga menjadi forum terbuka bagi para petani untuk menyampaikan berbagai persoalan riil di lapangan, mulai dari tantangan produksi, distribusi hasil panen, harga jual, hingga akses pasar. Dialog tersebut diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dengan petani daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap implementasi program pangan nasional dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani. Selain memperkuat sektor pertanian, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, jajaran asisten, staf ahli, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.