Zulkifli Hasan Pastikan Swasembada Pangan di Bengkulu, Tegaskan Keberpihakan pada Petani Lokal

Create: Fri, 01/05/2026 - 13:37
Author: Admin 3


BENGKULU, eWarta.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, didampingi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, menghadiri kegiatan Rembuk Tani bersama ratusan kelompok tani di Jalan Danau, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan program swasembada pangan nasional berjalan optimal di daerah, sekaligus menyerap langsung aspirasi petani terkait berbagai persoalan sektor pertanian.

Di hadapan para petani, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk berpihak kepada petani dalam negeri. Ia menilai kebijakan pangan nasional harus difokuskan pada penguatan produksi lokal agar kesejahteraan petani Indonesia terus meningkat.

“Jangan sampai kita lebih mencintai petani asing. Kalau kita terus mengimpor beras, yang diuntungkan adalah petani luar negeri. Alhamdulillah, tahun lalu kita tidak melakukan impor,” ujarnya.

Menurut Zulhas, keberhasilan mengurangi impor beras menjadi langkah penting dalam menjaga kemandirian pangan nasional. Ia menekankan produksi dalam negeri harus terus diperkuat melalui dukungan pupuk, infrastruktur pertanian, dan harga hasil panen yang stabil.

Selain itu, pemerintah juga memastikan harga gabah di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak. Kebijakan harga yang stabil dinilai penting dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Gabah petani harus dihargai dengan baik. Stabilitas harga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produksi,” katanya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Bengkulu. Menurutnya, dukungan program nasional sangat penting untuk memperkuat produktivitas pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rembuk Tani ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan petani untuk membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari distribusi pupuk, irigasi, harga hasil panen, hingga penguatan kelembagaan petani.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berharap sinergi antara pusat dan daerah semakin kuat dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus memastikan petani menjadi pilar utama ketahanan pangan Indonesia.