Wujudkan Satu Data Terintegrasi, Kementerian PPN Sosialisasikan Pemanfaatan Regsosek

Create: Thu, 03/11/2022 - 18:26
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWarta.co -- Pejabat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Indonesia menyebutkan program besar pemerintah dalam  perbaikan data nasional melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dinilai dapat mengatasi ketimpangan sosial.

"Landasan Regsosek sebagai Satu Data Indonesia diharapkan dapat mengatasi ketimpangan sosial yang selama ini masih terjadi atau belum mencakup secara menyeluruh," kata Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas, Tb. A. Choesni, usai sosialisasi pemanfaatan data Regsosek dan Diseminasi Aplikasi Sepakat di Bengkulu, Kamis (3/11/2022).

Menurutnya, selama ini data sebagai landasan dasar pembangunan dan penanggulangan kemiskinan di daerah belum memberikan perubahan signifikan sehingga diharap Regsosek ini menjadi salah satu solusi dari masalah yang ada.

"Kita tidak perlu data yang baik, namun data yang akurat yang mencakup seluruh populasi. Jika selama ini data itu diambil dari mana saja lembaga berkepentingan, nantinya kami mau data Regsosek inilah yang dipakai sebagai acuan," kata Choesni.

Meski nantinya pemerintah tetap tak mengesampingkan data yang sudah ada, namun ia meminta data lain dapat saling melengkapi data Regsosek.

Kemudian, lanjut Choesni, ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari Regsosek.  Termasuk data pemeringkatan rumah tangga berdasar tingkat kesejahteraan yang nantinya akan menjadi acuan pemerintah menyalurkan data bantuan sosial.

Menurutnya, pada pendataan ini, akan dihasilkan nilai berdasarkan peringkat kesejahteraan, dari yang terendah sampai tertinggi. 

"Di mana bila suatu daerah dengan tingkat  kemiskinan tinggi maka bantuan sosial akan disalurkan akan tinggi sesuai proporsionalnya. Begitu sebaliknya," kata dia.

Misalnya dalam membantu kelompok disabilitas dan lanjut usia yang akan menjadi fokus pemberian bantuan kedepannya.

Sebab, terangnya, selama ini kelompok tersebut adalah kelompok yang paling tak berdaya atau menerima keadaan saat kalangan lain menikmati bantuan sosial.
"Artinya apa, Resgsosek ini adalah kerangka besar revolusi data di Indonesia," tutupnya.