Wawali: Perwal 29 Tahun 2020 Sudah Mempedomani Inpres Nomor 6 Tahun 2020

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi
Create: Fri, 04/09/2020 - 16:41
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengikuti rakor melalui vidcon dengan Gubernur Bengkulu, Jumat pagi (4/9/2020). Rapat ini membahas mengenai penanggulangan Covid-19 di beberapa daerah di dalam Provinsi Bengkulu.

Rapat ini juga memaparkan data sebaran Covid-19 di masing-masing daerah dengan angka terbesar berada di Kota Bengkulu sebanyak 270 kasus. Sementara total sample swab yang diambil secara keseluruhan sudah mencapai 3.662 sample dengan 7,34 persen positif.

Saat ini hanya tiga daerah yang masih berada di zona orange yakni Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Seluma. Sedangkan zona hijau Mukomuko, Kaur dan Lebong. Zona kuning Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Kepahiang.

Menanggapi hal tersebut, Dedy megatakan wajar bila jumlah kasus Covid-19 terbanyak di kota. Alasannya, kata Dedy, karena penduduk terbesar berada di Kota Bengkulu.

“Kenapa di kota banyak ditemukan yang terpapar? pertama karena memang penduduk terbesar itu berada di Kota Bengkulu. Kemudian Kota Bengkulu ini gerbang keluar masuk orang, bandara berada di Kota Bengkulu,” ujar Dedy.

Dedy juga menanggapi soal arahan gubernur agar pemkab dan pemkot mempedomani pergub nomor 20 tahun 2020. Kata dia, Pemkot Bengkulu sudah membuat perwal nomor 29 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Tadi pak gubernur mengarahkan agar perbub dannperwal itu mengacu atau berpedoman pada pergub. Kita sebenarnya lebih tinggi lagi mengacu pada Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 dan Instruksi Mendagri nomor 4 tahun 2020 tentang tatanan kehidupan baru di lingkungan kementerian dan pemerintah daerah. Sebenarnya apa yang diarahkan pak gubernur itu sudah kita laksanakan. Bahkan perwal kita pun lebih dulu keluar dari kabupaten lain. Oleh karena itu, di Kota Bengkulu Alhamdulillah penanganan covid sudah maksimal,” demikian Dedy. (Red/Adv)