Wawali Pastikan Komitmen Pemkot Tekan Laju Inflasi

Create: Sun, 09/10/2022 - 21:19
Author: Alwin Feraro

BENGKULU – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kepala Perwakilan BI Bengkulu Darjana memimpin langsung rakor pengendalian inflasi yang diikuti jajaran Pemkot Bengkulu, Kejaksaan Negeri, Polri dan lainnya di ruang rapat BI, Selasa (20/9/2022)..

“Yang pertama sampai saat ini kondisi inflasi di daerah masih di ambang batas terkendali. Ini semua karena sinergitas dan kolaborasi, terutama BI yang sangat konsen bagaimana menjaga tingkat inflasi di Kota Bengkulu,” ungkap Dedy.

Dalam menekan laju inflasi, Dedy mengungkapkan TPID Kota Bengkulu berkomitmen dan bisa menjalankan berbagai program strategis, sehingga menjadi tim terbaik nantinya serta mendapatkan penghargaan.

“Ya, inikan tekat kita, kalau sinergi ini kita jaga dan rawat bersama, insya allah ke depan TPID Kota Bengkulu akan mendapatkan reward terbaik,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Bengkulu Darjana turut mengungkapkan beberapa langkah dalam menekan laju inflasi di Kota Bengkulu, diantaranya mengendalikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, terakhir ialah komunikasi yang efektif.

“Ada strategi 4 K, pertama ialah keterjangkauan harga, bentuknya ialah melalui operasi pasar murah. Kalau ketersediaan pasokan pangan, seperti program Pemkot tadi yang mana mengajak seluruh masyarakat aktif memanfaatkan lahan perkarangan untuk menanam,” ujar Darjana.

“Selain itu, ada juga terkait kelancaran distribusi. Karena Inflasi secara psikologis membuat orang panic buying, ia berfikir ke depan pasokan akan berkurang sehingga mereka menimbun atau menyetok. Saya kira ini perlu disampaikan ke warga untuk belanja bijak, tak perlu berperilaku seperti itu karena kita senantiasa melakukan kerjasama untuk menyiapkan pasokan secara cukup untuk warga,” terangnya.

Terpenting, kata Darjana, komunikasi yang efektif salah satu upaya dalam menekan laju inflasi, seperti kolaborasi dan sinergi dengan berbagai daerah.

“Harus ada sinergi dan kolaborasi dengan beberapa wilayah produsen misalnya beras dengan Bengkulu Selatan, kemudian dengan Rejang Lebong untuk bawang, cabai merah dengan wilayah lain, kira-kira secara itu garis besarnya,” tutupnya.