BENGKULU,eWARTA.co - Warga Kelurahan Padang Serai, kota Bengkulu mengeluhkan kualitas air sumur yang berwarna dan tidak layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Muslimin (49) Ketua RT 08 Jl. Kalibaru, Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu mengatakan, sejak tahun 2019 pihaknya sudah mengusulkan ke walikota Bengkulu, dan dalam jangka waktu 6 bulan kemudian langsung dipasang pipa PDAM tapi sambungan pipa masih kurang sekitar 200 meter lagi.
"Kendala kami di RT 8 Jl. Kalibaru kelurahan padang serai ini warganya tidak mampu serta sebagian besar saja yang bekerja sebagai nelayan, dan kalau sumur digali dalam lagi, airnya tambah warna merah pekat", Ungkap Muslimin saat berbincang di kantor kelurahan padang serai, Jumat (1/4/2022).
Air sumur yang berwarna merah kecokelatan lebih merah dari air teh dan asin, serta rasa gatal dan lengket di badan harus dirinya tahan saat menggunakan air tersebut.
"Kalo untuk memasak, nyuci itu kami memakai air mineral (air galon), kalo mandi kami memakai air itu lengket serta rasa gatal-gatal dan biasanya kalo musim hujan kita tampung air hujan untuk air minum", katanya.
Lanjutnya, bahwa sampai saat ini dirinya dan keluarga masih menggunakan air sumur yang berwarna tersebut untuk keperluan sehari-hari, pasalnya dirinya tak punya cukup uang untuk masang ledeng berbayar.
"Iya kita sehari-hari makai air itu dan gatal-gatal, tapi mau tidak mau kita kalo mandi dan menyuci memakai air itu apalagi kalo musim kemarau. Kalo ledeng kita tidak punya cukup biaya dan itu biasanya orang yang berduit memakai ledeng", jelasnya.
Kemudian, pada tahun 2020 kami usulan lagi ke kelurahan dan ada 5 orang yang ditempel sebagai penerima, tetapi sampai sekarang belum terlaksana pembangunannya.
"Masih menunggu lanjutan pemasangan di bulan April ini dan kami berharap bisa mendapat bantuan air ledeng gratis di tahun ini", pungkasnya. (Septi)









