SUMUT,eWARTA.co -- Warga Desa Bowofanayama, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara merindukan sosok aliran air yang bersih juga ekonomi beterbak babi. Mereka berharap segera mendapatkan bibit babi. Karena beberapa bulan yang lalu ternak babi yang selama ini merupakan sumber penghasilan mereka mati terkena penyakit (virus). Terlebih dalam masa pandemi Covid-19, pendapatan sehari-hari sangat minim berharap pemerintah dapat memperhatikan masyarakat.
Hal itu disampaikan kepala Desa Bowofanayama Petrus Wau dalam sambutannya menyambut baik acara reses yang diselengarakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Thomas Dachi, SH, Selasa (23/02/2021) pukul 18.00 WIB
"Suatu kebanggaan bagi kami di Desa Bowofanayama ini karna anggota Dewan pak Thomas Dachi bisa membuat acara reses di sini. Hal itu sangat kami apresiasi atas kehadiran pak thomas karna dengan acara seperti ini kami berkesempatan menyampaikan aspirasi-aspirasi kami," ucap Kades Petrus
Tak hanya air bersih, hal lain yang sangat dirindukan warga Desa Bowofanayama sebelum dilanda Covid-19 bahkan terlebih setelah adanya Covid-19 yakni ekonomi warga.
"Tadi saya sampaikan suatu kerinduan kami yaitu air bersih. Selain itu juga, kami sangat merindukan ekonomi kami membaik. Sumber pendapatan kami sudah tak ada lagi. Kalau dulunya ekonomi kami baik sekarang sudah tak lagi sebab sumber satu-satunya kami yakni beternak babi tidak ada lagi karna ternak kami beberapa waktu lalu habis mati karna
penyakit babi atau virus," tuturnya.
Hal sama disampaikan Taminudin Laoly mewakili tokoh masyarakat Desa Bowofanayama mengatakan air bersih dan ekonomi sangat dirindukan. Untuk itu, ia berharap dengan adanya anggota DPRD Sumut Thomas Dachi yang menampung aspirasi melalui reses saat ini maka suatu kerinduan selama ini akan terealisasikan.
"Saya rasa air bersih dan ekonomi kami ini yang sangat kami harapkan. Terlebih perekonomian kami yakni beternak babi. Ekonomi kami sangat minim setelah ternak babi kami mati karna penyakit (virus). Untuk itu, kami mohon bantuan anggota Dewa Thomas Dachi agar menyelesaikan kerinduan hati kami ini," tuturnya.
Warga lain, Hendrikus Wau yang bekerja sehari-hari sebagai nelayan juga menyampaikan keluhan. Ia berharap agar kaum nelayan dapat diadakan pelatihan (kelompok) nelayan.
"Kami ini nelayan pak. Kami seharai-hari hidup di Laut. Kami berharap agar adanya pelatihan (kelompok) nelayan dan berharap kami kaum nelayan ini dapat diperhatikan oleh pemerintah," harapnya.
Kemudian, warga ini juga berharap agar harga karet dapat naik. Karena menurut Hendrik, harga karet ini juga berpengaruh pada perekomomian masyarakat.
"Kalau tadi kami menyampaikan kerinduan yakni air bersih, bibit babi, dan pelatihan untuk kaum nelayan. Harga karet juga kami rindukan pak karna itu juga merupakan salah satu sumber penghasilan kami. Berharap beberapa poin yang merupakan kerinduan kami di atas semoga dapat menjadi perhatian pemerintah," tandanya.
Mendengar hal itu, anggota DPRD Sumut Thomas Dachi langsung menyerap aspirasi warga Desa Bowofanayama mengatakan segala aspirasi yang selama ini dirindukan akan ia samapaikan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Ini suatu keberuntungan karena kebetulan sekali aspirasi Bapak/Ibu saat ini sedang kami bahas bersama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Rencananya bulan yang akan datang (april) pihak PDAM Tirtanadi akan ke Nias Selatan untuk survei. Kita berdoa semoga apa yang kita rindukan bersama air yang bersih akan segera kita dapat dan merasakannya," tuturnya
Ketua Bapemperda DPRD Sumut ini juga mengaku dari beberapa poin aspirasi yang ia terima sedang dikerjakan. Ia berharap masyarakat selalu mendoakannya agar aspirasi yang sedang ia kerjakan dapat segera terwujud.
"Sebenarnya tak hanya menyuarakan air bersih tetapi pemulihan ekonomi masyarakat seperti bibit babi, pelatihan nelayan dan lainnya juga sedang kami perjuangkan di Pemprov. Kita berdoa semoga dapat tercapai," ungkap Thomas Dachi, anggota Komisi A DPRD Sumut itu.
Reporter : Sadar Laia









