BENGKULU,eWARTA.co -- Walikota Bengkulu Helmi Hasan, meminta seluruh OPD membuat pelaporan yang lengkap. Permintaan ini diutarakan untuk mencapat target dua besar daerah tingkat dua se Indonesia.
Menurut Helmi, kelemahan selama ini terletak pada pelaporan indeks daya saing daerah. Tahun 2020 dari penilaian tahun 2019, Kota Bengkulu peringkat 60 dari 500 kota se-Indonesia. Tapi Helmi yakin Kota Bengkulu bisa mendapatkan peringkat terbaik kedua.
Ini disampaikan Helmi saat menghadiri sekaligus membuka acara Pendampingan Terhadap Perangkat Daerah Pemetaan Ekosistem Inovasi/Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan Inovasi Daerah tahun 2020 di Guest House kantor walikota, Jumat (20/5/2021).
“Target kita menjadi dua terbaik. Saya sudah keliling, cuma ada satu daerah tingkat dua yang bisa menyaingi kita. Kita bisa nomor dua, saya optimis. Bahkan bukan satu hal yang mustahil kita bisa jadi yang terbaik. Ini masalah pelaporannya yang kurang, sehingga belum banyak diketahui oleh pusat. Ini bukan soal riya atau ikhlas, tujuan kita membuat pelaporan agar kemudian juga bisa membawa kemanfaatan dan hidayah bagi daerah lain,” ujar Helmi.
Hadir dalam rapat tersebut wakil walikota, sekda, asisten, staf ahli dan beberapa kepala OPD terkait yang terlibat dalam pengisian indeks diantaranya DPMPTSP, Disperindag, PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, Bapenda, BPKD, Satpol PP, bagian ortala dan bagian pemerintahan.
Menurut Helmi, ini adalah acara yang sangat penting. Karena setiap OPD betul-betul diuji dan diukur soal kemampuan dan inovasi-inovssinya. Maka di sini Helmi minta OPD terus berinovasi.
“Banyak inovasi-inovasi kita yang bisa dilaporkan. Maka mulailah merumuskan apa inovasi yang akan dibuat di masing-masing OPD. Harus ada program-program baru dan capaian-capaian kerja. Keluarlah dari zona nyaman. Kadang saat kita dipaksa baru bisa keluar inovasinya,” demikian Helmi. (MC)









