BENGKULU, eWARTA.co -- Video di media sosial membuat heboh masyarakat Kabupaten Seluma, video yang berdurasi 26 detik tersebut memperlihatkan mobil jenis Fortuner hitam yang diduga milik salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Seluma tengah bergoyang didepan masjid agung Baitul Falihin, Kelurahan Pasar Tais.
Didalam video tersebut, terlihat mobil Fortuner didatangi oleh salah satu warga yang mencoba mengintip lewat kaca mobil, kemudian saat hendak membuka pintu mobil, mobil Fortuner tersebut langsung ngacir meninggalkan lokasi.
Penjaga masjid Baitul Falihin Ibnu Thamima mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut pada hari Rabu kemarin, pada saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi masjid Baitul Falihin.
"Pada saat waktu kejadian saya memang tidak berada di masjid, tapi kami dapat informasi tentang mobil tersebut, memang agak payah masyarakat kita sekarang ini kalau melakukan hal seperti itu cobalah cari tempat lain jangan di tempat ibadah seperti masjid, nampaknya akhlaknya harus diperbaiki," ungkap Ibnu saat dikonfirmasi pada Jumat (28/01/2022).
Ia menambahkan, untuk kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.
"Kalau kejadian ini baru pertama kali, disini ada CCTV, pada waktu kejadian lagi mati lampu jadi tidak bisa merekam secara jelas aktifitas mobil tersebut," sambungnya.
Selain itu, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kabupaten Seluma Hadi menjelaskan, atas kejadian ini pihaknya akan melakukan patroli di lokasi masjid Baitul Falihin.
"Kami memang patroli, tapi tidak ada kejadian tersebut di lokasi masjid, atas kejadian ini saya sudah sampaikan kepada kepala bidang agar lebih rutin patroli kalau bisa setiap hari, mencegah ada anak-anak yang nongkrong, bolos, dan mencegah kejadian-kejadian tersebut tak terulang lagi," jelas Hadi Sanjaya.
Dilanjutkan Hadi, dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan ASN dilingkungan Pemkab Seluma, apabila penting pihaknya akan melakukan piket di lokasi masjid Baitul Falihin.
"Terkiat dugaan ASN Pemkab Seluma saya belum bisa berkomentar karena saya belum mengetahui, apabila krusial nanti kita akan lakukan piket di lokasi masjid selama 24 jam," pungkas Hadi Sanjaya. (Nandar)









