Turun Lagi, Ekspor Bengkulu April hanya Rp223 Miliar

Aktivitas bongkar muat Pelabuhan Pulau Baai
Create: Wed, 02/06/2021 - 15:06
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Total ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan April 2021 mencapai US$ 15,63 juta atau Rp223.360.515.000. Nilai ekspor ini mengalami penurunan sebesar 0,94 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2021 yang tercatat sebesar US$ 15,78 juta atau  Rp225.516.714.000.

"Namun mengalami peningkatan sebesar 49,52 persen apabila dibandingkan dengan bulan April 2020 yang tercatat US$ 10,45 juta atau Rp149.344.085.000," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Win Rizal, Rabu (2/6/21).

Nilai ekspor tersebut melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mencapai US$ 8,62 juta (55,18 persen), sementara melalui Pelabuhan Sungai Musi/Boom Baru mencapai US$ 4,39 juta (28,09 persen), melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai US$ 2,62 juta (16,73 persen), melalui Soekarno Hatta mencapai US$ 179 (0,001 persen), dan melalui Denpasar/Ngurah Rai mencapai US$ 146 (0,001%).

Demikian nilai ekspor ke negara tujuan ASEAN tercatat sebesar US$ 6,48 juta (41,44 persen), ke Uni Eropa sebesar US$ 1,20 juta (7,69 persen), dan ke negara lainnya sebesar US$ 7,95 juta (50,87 persen). Menurut negara utama tujuan ekspor, ekspor terbesar Provinsi Bengkulu pada bulan April 2021 yaitu ke India US$ 3,01 juta (19,26 persen), Thailand US$ 2,48 juta (15,86 persen), Amerika Serikat US$ 1,77 juta (11,31 persen), dan negara lainnya sebesar US$ 8,37 juta (53,57 persen).

"Komoditas ekspor masih mengandalkan cangkang sawit dan batu bara," kata Kepala BPS.

Sementara di bulan yang sama tidak ada aktivitas impor ke Bengkulu. Dengan demikian, nilai impor mengalami penurunan sebesar 100 persen jika dibandingkan dengan impor pada bulan Maret 2021 yang sebesar US$ 0,44 juta. Sedangkan nilai impor pada bulan April 2020 tercatat sebesar US$ 449.

"Neraca perdagangan di bulan ini surplus sebesar US$ 15,63 juta. Sedangkan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 60,38 juta," tutup Win Rizal. (Bisri)