BENGKULU, eWARTA.co - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Diskominfotik) Kota Bengkulu Eko Agusrianto mencopot jabatan Plt. Kepala Dinas Kesehatan kota Bengkulu dan Kepala Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, terkait soal kemanusian. Konferensi pers tersebut dilakukan pada Kamis (3/2/2022).
Konferensi pers itu dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bengkulu Saipul Apandi dan Asisten lll serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu.
Wakil walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan, meminta maaf atas kelalaian petugas puskesmas Muara Bangkahulu yang kurang sensitif terhadap soal kemanusiaan ini.
"Secara aturan memang puskesmas itu tidak lagi melayani perawatan diatas jam kerja,
nah kejadian ini setelah jam kerja, kelalaian petugas kami terlalu kaku menerjemahkan, tetapi itu tidak boleh di tolerir kami tetap mengevaluasi", Ujar Dedy Wahyudi.
Sementara itu, melalui konferensi persnya Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Eko Agusriyanto mengatakan, atas nama pemerintah kota menyampaikan permohonan maaf. Meskipun diketahui bahwa anak tersebut adalah warga dari Kec. Bengkulu tengah (Benteng).
"Maka dengan segala hormat Plt. Kadis Kesehatan diganti, Kepala Puskesmas diganti, termasuk petugas kemarin yang menangani, menerima itu untuk sementara dipindahkan atau ditarik kepada dinas kesehatan" jelasnya.
Kejadian tersebut berawal dari adanya warga dari Kabupaten Benteng yang membawa anaknya yang mengalami step dan meminta penanganan medis di puskesmas Muara Bangkahulu yang memang diluar jam kerja. Akan tetapi petugas puskesmas menolak penanganan anak tersebut dengan alasan bahwa puskesmas tidak lagi melayani 24 jam. (Septi)









