Bengkulu, eWarta.co — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap satu orang korban kecelakaan kapal nelayan karam di kawasan Pantai Pasir Putih, Bengkulu, pada Selasa (7/4/2026). Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi area operasi menjadi lima Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR) milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dari titik turun perahu hingga Titik A dengan jarak sekitar 5 kilometer. Sementara itu, SRU 2 mengoperasikan LCR milik BPBD Kota Bengkulu untuk menyisir jalur laut menuju Titik B dengan jarak yang sama.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, SRU 3 menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut dengan cakupan area mencapai 7,2 nautical mile, meliputi beberapa titik koordinat di perairan sekitar lokasi kejadian. Di sisi lain, SRU 4 melakukan penyisiran darat sejauh 5 kilometer dari titik awal hingga Titik G guna mengantisipasi kemungkinan korban terdampar di garis pantai.
Selain itu, SRU 5 mengoptimalkan pemantauan udara menggunakan drone untuk membantu mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban dari ketinggian. Operasi ini didukung berbagai armada, termasuk perahu karet dari Basarnas, Polair, BPBD, Dinas Sosial, dan Damkar, serta RBB dari Basarnas dan TNI AL.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi ini, di antaranya Tim Rescue KPP Bengkulu, Polresta Bengkulu, TNI AL, Polair Polda Bengkulu, Dinas Sosial, BPBD Kota Bengkulu, Damkar Kota Bengkulu, Tagana, Palang Merah Indonesia Kota Bengkulu, SAKA SAR, serta masyarakat setempat.
Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. Tim SAR gabungan juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.









