Terimakasih Kritik dan Masukan Rekan Media, Pembagian Rasmi Tahap Awal Berjalan Lancar

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE.
Create: Sat, 02/05/2020 - 19:39
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co - Pemkot Bengkulu kembali menyalurkan bantuan beras dan mie instan (Rasmie) kepada warga kota Bengkulu di dua Kecamatan, Kecamatan Ratu Agung dan Singgaran Pati, Sabtu (2/5/20).

Pembagian pun berjalan lancar dan mendapatkan pengawasan banyak pihak, termasuk berbagai Media, baik Cetak, elektronik maupun online yang ada di Bengkulu, salah satunya juga dari Direktur Rakyat Bengkulu Media Group (RBMG).

Atas partisipasi aktif, Pak Muslimin mengawasi penyaluran Rasmie ini, Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengucapkan terimakasih. Apalagi Pimpinan media terbesar di Bengkulu itu mengingatkan dengan bahasa yang cukup tajam dan kritis.

"Terimakasih kepada Pak Muslimin yang sudah menuliskan dimana berasnya pak Walikota, penjara menunggu. Dan Alhamdulilah pendistribusian beras dan mie instannya berjalan dengan baik," ungkap Helmi.

Tak hanya kepada Muslimin, Walikota Helmi Hasan juga berterimakasih kepada keluarga dan wartawan bernama Wahyu.

Ia menilai kedua orang ini juga sangat aktif 'menyoroti' kebijakan-kebijakan Pemerintah kota Bengkulu baik melalui karya tulisnya maupun di media sosial.

Beberapa pekan yang lalu, sambung Helmi, Pemkot Bengkulu juga telah mengantarkan beras dan mie instan ke rumah pak Muslimin yang berada di Tugu Hiu.

"Sayang, waktu itu kami tidak ketemu langsung dengan beliau dan kami juga tidak disuruh masuk ke rumah yang besar itu," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Helmi juga mendoakan pak Muslimin agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

"Sekali lagi terimakasih kepada pak Muslimin atas kritikan dan masukan kepada pemkot Bengkulu, mudah-mudahan selalu dibimbing Allah dan diberikan kemudahan dan kesehatan," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya, Direktur RBMG ini sempat menulis tulisan berjudul 'Rp204 Miliar Pak Wali, Rakyat Menanti'. Dalam tulisan itu, Muslimin mengatakan banyak penjara lowong menanti kebijakan Pemkot Bengkulu yang ia nilai fantastis itu. (**)