Terima Dana PEN 200 Miliar dari Kemenkeu, Bank Bengkulu Siap Gelontorkan 400 Miliar untuk UMKM

Pers Conference penempatan dana PEN terhadap Bank Bengkulu bersama, OJK, Kanwil DJPb dan awak media.

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Bank Bengkulu mendapat kepercayaan oleh pemerintah pusat, sebagai bank mitra penempatan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp.200 miliar dengan bunga 2.84% per tahun.

Dana PEN diajukan ke Kementerian Keuangan pada akhir september 2020 lalu dan disetujui pada akhir November 2020, fix dana telah masuk hari ini, Senin tanggal 7 Desember 2020.

Proses Persetujuan Dana PEN memakan waktu cukup lama yakni sekitar 2 bulan, karena pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan RI harus terlebih dahulu melakukan due dilligence kinerja keuangan Bank Bengkulu selama 2020, dan rekomendasi tingkat kesehatan bank dari Otoritas Jasa Keuangan.

Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank Bengkulu dinilai OJK pada Komposit 2 (baik dan stabil).

Dengan penempatan dana PEN ini, menunjukan bahwa eksistensi Bank Bengkulu secara eksplisit dipercaya oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan penilaian Otoritas Jasa Keuangan terhadap Bank Bengkulu dalam kondisi baik dan stabil.

Dana PEN sebesar Rp 200 miliar tersebut akan digunakan Bank Bengkulu untuk ekspansi kredit sebanyak 2 kali lipat atau 400 miliar kepada masyarakat provinsi Bengkulu, keseluruh sektor, baik konsumtif maupun produktif terutama kepada pelaku UMKM dengan penurunan suku bunga yang lebih ringan.

Diharapkan dengan ekspansi kredit dari dana pen tersebut, perekonomian di provinsi Bengkulu pada TW4 2020 dan TW1 2021 sudah positif.

"November lalu, Bank Bengkulu berhasil membukukan total aset sebesar Rp. 8,304 Trilliun. Total laba bersih mencapai Rp.140 miliar yang tumbuh sebesar 133 persen terhadap target 2020, serta didorong juga oleh ekspansi kredit yang disalurkan Bank Bengkulu sebesar Rp. 5,833 Triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp. 7.063 Triliun," terang Agus Salim Direktur Utama Bank Bengkulu kepada jurnalis ewarta.co. (**)

Obb