Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menargetkan seluruh titik jalan di Bengkulu yang rusak dilakukan perbaikan. Sebab itu, Pemprov Bengkulu mengusulkan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Bina Marga Bidang Jalan sebesar Rp 250 miliar untuk tahun anggaran 2023.
Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso, dengan usulan Rp 250 miliar, total jalan provinsi yang diusulkan dibangun dan diperbaiki memiliki panjang sekitar 1.650 kilometer dengan titik lokasi di 10 kabupaten/kota.
“Selain itu, kami mempertimbangkan ada jalan non status apakah diambil oleh provinsi atau kabupaten/kota”, ujarnya.
Dia mengatakan kebutuhan dana sekitar Rp250 miliar lebih usulan DAK 2023 untuk pembangunan jalan provinsi dan akan disinkronkan dengan jalan kabupaten.
“Sehingga nantinya dapat terkoneksi sesuai keinginan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.

Tejo mengakui saat ini anggaran yang tersedia kurang maksimal untuk pemeliharaan rutin jalan yang rusak di seluruh kabupaten/kota.
“Tahun ini (2022) anggaran infrastruktur memang kurang maksimal, sehingga kita targetkan terlaksana 2023,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk pemeliharaan jalan sepanjang 1.650 kilometer tersebut, total anggaran yang diajukan pada APBD-P adalah sebesar Rp40 miliar lebih untuk tahun depan.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu DR Rohidin Mersyah MMA mengatakan bahwa pihaknya akan maksimal mengusulkan DAK ini untuk pembangunan infrastrukur.
“Dengan usulan DAK, di mana persoalan seluruh kabupaten/kota ini adalah sama jika terkait penganggaraan,” katanya.
Gubernur mengakui, tuntutan masyarakat bertubi-tubi menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan.
“Ya seakan-akan kita tidak peduli, padahal kita sebagai pemimpin daerah ini jika ada anggarannya tentu senang sekali kita untuk membangun infrastruktur itu,” katanya.
Maka dari itu, lanjut Rohidin, dengan kondisi yang ada ini mengajak bupati/walikota untuk bersama-sama memperjuangkan. “Mari kita sama-sama berikhtiar,” ujarnya.
Kepala Seksi Keterpaduan Infrastruktur Jalan BPJN, Firman Ali mengatakan terkait rencana strategis Bina Marga bidang jalan yaitu mempersingkat waktu tempuh.
“Di mana dalam 100 kilometer jalan dapat ditempuh dalam dua jam lebih dan diharapkan dalam periode ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar sejam,” katanya.
Dia mengatakan, dalam indikator program aksesibilitas yaitu, mengkoneksikan pusat strategis kegiatan ataupun pusat kawasan, seperti pusat wisata, pusat ekonomi khusus serta dapat menghubungkan simbol-simbol transportasi dan menghubungkan pusat kegiatan nasional. (Adv)









