Tak Tersentuh Pembangunan Warga Protes Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan

Protes keras, warga Rante Bone sedang menanam pohon pisang ditengah jalan
Create: Sun, 07/07/2019 - 10:44
Author: Redaksi
Tags

 

SULSEL, ewarta.co - Kecewa dan marah bercampur kesal pada Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi-Selatan (Sulsel), warga melakukan protes.

Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlobang sekitar 35 cm.

Warga Dusun Rante Bone Desa Buangin Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara menilai, Pemkab Luwu Utara menganak tirikan masyarakat di Dusun Rante Bone, bayangkan saja, sejak tahun 1963 begini terus jalanan kami dan kami tak pernah telat bayar pajak.

Hal ini dituturkan Parayo warga Dusun Rante Bone, pada media ini, bahwa tahun 1963 sampai saat ini begini terus jalanan kami, itu sebabnya dengan kekesalan kami tanami pohon pisang saja," ucapnya kesal.

Aksi ini tiada lain dilatar belakangi rusaknya infrastruktur jalanan Rante Bone yang seolah dibiarkan pemerintah.

Kami menaruh harapan kepada ke tiga wakil kami yang orang Toraja yang terpilih pada pemilihan Caleg tahun ini untuk memperjuangkan jalanan ini di DPRD Luwu Utara.

Parayo melanjutkan bahwa ketiga putra Toraja yang terpilih kami menaruh harapan kepada mereka, yakni Paulus Palino dari Partai Gerindra, Yusuf Paembonan dari Perindo dan Yakob Banne dari PDI-Perjuangan untuk memperjuangkan jalanan ini bisa diaspal," harapnya.

"Bahkan ketika pucuk pimpinan Bupati Luwu Utara setelah dimekarkan Bupati Opu Luthfi Andi Mutti, Arifin Junaidi dan sekarang Bupati Indah Putri Indriani, warga menilai sama sekali tidak membawa perubahan bagi Warga Rante Bone, kami butuh jalanan untuk diaspal itu saja," sambung Parayo.

Dimusim hujan, pemandangan Jalan Rante Bone, kian tidak berbentuk. Jalan berlubang kini berubah menjadi kolam air mirip kubangan mandi kerbau.

Maka ketika warga menanam pohon pisang di tengah jalan, sudah tidak nampak lagi sebagian badan jalan. Lebih mirip kebun pisang yang tidak dipelihara pemiliknya.

"Kami bersyukur kepada pemerintah Luwu Utara dan anggota DPRD Lutra, P. Palebangan Rantetoding yang sudah memperjuangkan jalanan Rante Bone mulai dari dusun Rante Pasang sudah diaspal lebih 900 meter," tutur Parayo di iyakan warga yang hadir saat ditemui Jurnalis Media ini, Sabtu (6/7).

"Masyarakat sudah berulang-ulang kali meminta di Musrembang Desa, Kepala Desa, agar Jalan Rante Bone dari selatan dan barat (dari Dusun Tarue) segera diperbaiki. Namun nyatanya hingga kini malah dibiarkan makin rusak," jelas Parayo dan warga.

Beberapa waktu lalu masyarakat sempat bergembira manakala ada proyek pengaspalan jalan hotmik di Kampung mereka, tapi hanya 900 meter lebih.

Mereka mengira proyek tersebut bakal rampung hingga mengaspal seluruh jalan rusak di Rante Bone.

Salain menanam pohon pisang di tengah jalan, warga pun menuliskan sejumlah protes dan sindiran bagi Bupati - Wakil Bupati Luwu Utara, Anggota DPRD dapil IV (Sabbang, Baebunta, Rongkong dan Seko), terkhusus kepada anggota DPRD orang Toraja yang terpilih tahun ini, dan pejabat berwenang lainnya yang dinilai tutup mata mengenai persoalan jalanan kami.

"Kami kira kemarin mau di hotmik semua, ternyata hanya 900 meter lebih saja. Jadi masih saja jalan ke daerah kami rusak parah," ujar Parayo bersama warga Rante Bone. (Yus)