SPBU Nakal, Kong Kalikong Penjualan Minyak Bersubsidi Marak di Daerah Ini

Razia SPBU Nakal, Pengetap Minyak bersubsidi, Satpol PP amankan puluhan jerigen dan kendaraan
Create: Sun, 16/06/2019 - 19:29
Author: Redaksi
Tags

 

SULSEL, ewarta.co - Dugaan adanya kongkalikong yang dilakukan oleh pengetap dengan oknum petugas di SPBU Baloli, Bone-Bone, Kappuna dan Cakkarudu' Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sejak sekian lama dan sudah meresahkan masyarakat akhirnya menemui titik terang.

Hal itu disampaikan Ahmad Usman Satpol Pamong Praja (PP) Luwu Utara kepada ewarta.co, Minggu (16/6/2019) mengungkapkan, bahwa saat kami melakukan razia pengisian bahan bakar, si pengetap melakukan sendiri pengisian ke jerigen dan motor yang tangkinya sudah dimodifikasi.

Puluhan mobil dengan membawa puluhan jerigen banyak terparkir dipinggir jalan menunggu antrian dan kode dari petugas SPBU.

Kongkalikong ini diperkuat dengan adanya pembayaran yang dilakukan oleh pengetap itu kepada petugas SPBU. Ahmad Usman menuturkan, kewenangan pihaknya selama ini memang terbatas dalam melakukan penindakan di SPBU. Walaupun kami sudah melakukan razia, akan tetapi kecurangan yang dilakukan itu di luar kewenangan kami.

“Bentuk kewenangan kami pengawasan agar pengetap tidak melakukan pengisian berulang. Sedangkan penindakan jika ditemukan, melakukan teguran saja. Hanya sebatas itu saja kewenangan kita,” ucapnya.

Aksi para pengetap di Luwu Utara di SPBU sudah lama berlangsung, tapi ini memang sulit untuk dibendung. Walaupun kerap diberikan peringatan maupun tindakan, nyatanya aksi terlarang ini masih saja terjadi.

Alhasil, Minggu siang (16/6/2019), Satpol PP kembali mengamankan kendaraan motor dan mobil pengetap.

Lantaran, aksi pengetap ini selain mengakibatkan adanya antrian panjang dan stok BBM jenis premium cepat habis pengendara lainnya (pemilik kendaraan motor/ pribadi,red) tidak mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

“Kali ini kita hanya berikan peringatan saja. Tapi kalau masih mengulangi lagi kita akan libatkan pihak Kepolisian dan akan langsung diproses,” tegas Ahmad.

Terkait adanya dugaan kongkalikong antara pengetap dan petugas SPBU di Lutra tersebut, pihaknya juga baru mengetahui informasi tersebut.

Pihaknya juga telah memberikan peringatan kepada pengelola SPBU, untuk tidak melayani para pengetap tersebut.

"Ahmad Usman meminta kepada masyarakat apabila melihat para pengetap untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib," pesan Ahmad.

Sementara itu, warga setempat sudah sering kali mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, pasal dalam tempo kurang dua jam Minyak sudah habis di beli pengetap.

"Kami masyarakat, meminta ketegasan dari Pemda Luwu Utara terutama Dinas terkait dan pengawasan dari pertamina ditingkatkan," kata seorang warga yang menolak disebutkan namanya tersebut. (YS/FS)