BENGKULU,eWARTA.co -- Mewujudkan sekolah handal dan religius, Komite Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 02 Kota Bengkulu menerapkan pendidikan basis karakter dan kejuruan kepada siswanya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMPN 02 Aprianti Weda Densi mengatakan siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan negeri ini selain diberikan pendidikan mengacu pada kurikulum juga dibekali pendidikan karakter dan kejuruan.

Hal ini sebagai upaya membentuk karakter siswa dalam konsep religius dan pandangan terhadap dunia kerja.
"Sebagai perwujudan sekolah yang mumpuni dan handal, kami tonjolkan pendidikan agamis melalui tahfiz Qur'an dan hadis bagi siswa muslim. Untuk non muslim juga ada pendidikan khusus berupa hafalan Al-Kitab setiap pekannya," kata Densi, Jumat (17/12/21).
Sementara pada pendidikan kejuruan, pihaknya menyediakan berbagai mata pelajaran tambahan maupun pelatihan-pelatihan khusus bagi para siswa.
"Setiap pekannya kami adakan ekstrakulikuler pendidikan komputer dan jurnalistik. Dan pekan lalu, kami juga adakan pelatihan jurnalistik bagi siswa kelas VII," kata Densi.
Kepala SMPN 02 menuturkan pendidikan karakter dibina melalui kegiatan keagamaan tanpa mengesampingkan perbedaan. Dalam tingkatan tertentu, pendidikan agamis ini diterapkan dalam ujian praktek maupun ujian akhir sekolah.
"Sehingga tertanam dalam diri anak untuk menghapal dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari," kata Densi.
Kepsek Densi mengungkap tujuan tersebut bukan tanpa maksud. Para guru SMPN 02 bertekad membentuk karakter anak menjadi lebih santun dan bijak dalam bermasyarakat khususnya dalam menghadapi perubahan zaman.
"Ini agar anak lebih bijak dalam bermedia sosial, pergaulan, bahkan hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Lebih lagi agar anak melek dalam dunia kerja dan membentuk potensi diri, pendidikan kejuruan seperti jurnalistik dan ilmu komputer bisa menjadi satu bekal yang dapat menentukan arah siswa dalam mengambil pendidikan tahap selanjutnya.
"Siswa yang memiliki karakter dan potensi diri akan lebih mudah diterima di mana saja. Dengan pendidikan basis religius dan kejuruan inilah nantinya para siswa dapat menjadi penerus bangsa yang berprestasi, berbudaya dan berkarya nyata atas dasar iman dan taqwa," pungkasnya. (Bisri)









