Siswi Korban Penculikan, Tersangka Sempat Minta Tebusan 100 Juta Lalu Dibunuh

Penemuan tulang belulang diduga siswi cantik SMAN 2 Curup ditemukan dalam karung di seputaran sungai air merah oleh Tim Gabungan dan Relawan.
Create: Thu, 23/01/2020 - 08:56
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co - Tim gabungan TNI/Polri serta relawan, menemukan tulang manusia dalam karung di aliran Sungai Air Merah, wilayah RT 4 Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Rabu (22/1/2020).

Kuat dugaan bahwa tulang tersebut merupakan milik AA (15), siswi kelas I SMA Negeri di Rejang Lebong, yang tinggal di Kecamatan Curup Timur, yang telah menghilang sejak 8 November 2019.

"Diketahui bahwa Korban dilaporkan keluarganya menghilang semenjak November 2019," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika, kepada wartawan saat memimpin pencarian.

Selanjutnya pihak Reskrim Polres Rejang Lebong melakukan penyelidikan, melalui teman sekolahnya dan diketahui adanya akun facebook milik korban yang masih aktif.

Kapolres menambahkan, setelah dilakukan treking melalui telpon genggam korban bahwa telpon tersebut berada pada sebuah mobil angkot yang biasa dikemudikan oleh YK (30) warga Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, yang merupakan tersangka pembunuhan korban. Tersangka merupakan sopir angkot yang biasa ditumpangi korban bersekolah.

Pelaku pernah menelepon keluarga korban dengan meminta tebusan uang sebesar Rp. 100 juta.

Setelah dilakukan penjejakan, diketahui bahwa motor milik korban telah berada dirumah pelaku, selain barang bukti lainnya seperti telpon genggam, emas dan baju dalam perempuan.

Pengakuan pelaku telah melakukan pembunuhan dan mayatnya dimasukan kedalam karung serta dibuang ke sungai Air Merah tersebut.

Dugaan sementara bahwa pelaku telah melakukan penculikan dan pembunuhan, motif lainnya masih dalam pengembangan.

Diketahui bahwa pada 8 November 2019, pukul 17.00 WIB, korban yang tinggal bersama neneknya berpamitan untuk mengeprint tugas sekolah dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoppy warna hitam pelat BD 3640 KV.

"Kumpulan tulang selanjutnya dibawa ke RSUD Curup guna dilakukan pemeriksaan tim DVI Polda Bengkulu, untuk dicocokan identitasnya dengan keluarga," tutup Kapolres. (DD)