BENGKULU, ewarta.co - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sidak langsung progres pembangunan infrastruktur jembatan layang yang menghubungkan Jalan Nakau - Air Sebakul Kota Bengkulu.
Dalam sidak tersebut, Gubernur terlihat senang dengan perkembangan dan kemajuan pengerjaan proyek itu, sembari berpesan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan itu.
“Targetnya memang Desember 2019 sudah selesai dan dapat difungsikan. Namun ada sedikit perubahan karena terkait kultur tanah rawa ini yang dalam, jadi kebutuhan volume tiang pancang yang berubah,” namun mudah-mudahan dari sisa tender dari proyek ini bisa diusulkan kembali ke Balai supaya bisa dialokasikan lagi di tahun ini,” sampai Rohidin.
Kalau bisa lebih cepat selesai, justru lebih baik. Tapi tetap, harus diperhatikan mutu pengerjaannya. Jangan karena ingin cepat, mutu pengerjaannya tidak diperhatikan,”ungkap Rohidin.
Keberadaan jalan layang, sangat dibutuhkan masyarakat Bengkulu. Sebab, jalan layang itu memudahkan sekaligus mempersingkat waktu/ jalan tempuh.
Untuk itu, pada 2018 lalu Gubernur Bengkulu menyusun dan membuat program multiyears dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan layang Nakau - Air Sebakul Kota Bengkulu yang ditargetkan tuntas tahun 2019 ini.
“Jembatan layang ini sudah lama dinantikan masyarakat di Kota Bengkulu. Jadi, saya minta pengerjaannya bisa selesai tepat waktu dan mutunya tetap terjaga, untuk progresnya sekarang sudah 60-70 persen,” kata Rohidin.
Kunjungan orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini turut didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Ir. Mulyani , Kadis Kominfotik prov Bengkulu, Jaduliwan dan sejumlah Kepala OPD lainnya yang ada di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Ir. Mulyani mengatakan bahwa pihaknya optimis dan yakin pengerjaannya akan selesai paling lambat akhir 2019. Bahkan, pihaknya yakin masyarakat sudah bisa menggunakannya sebelum Tahun Baru 2020.
Pembangunan Jembatan layang dan jalan sepanjang 5,8 kilometer saat ini sudah mencapai 60-70 persen. Ruas jalan layang ini diharapkan bisa dioperasikan secara fungsional.
Saat ini kami sedang melakukan penyelesaian akhir, dan harapan kita di jalan lintas ini nanti tidak ada kendaraan berkapasitas besar masuk lagi dalam kota, supaya jalan tidak gampang rusak.
"Jadi, kami tetap optimis pengerjaannya bisa selesai sebelum kontrak habis seperti yang sudah ditargetkan,” pungkasnya.









