BENGKULU, eWARTA.co -- Hearing dan silaturahmi perwakilan warga RT 27 bersama dengan pihak yayasan Al-Fida kota Bengkulu, disambut baik pihak yayasan/sekolah.
Warga pun mengajukan beberapa tuntutan ke pihak yayasan, Selasa (18/10/2022) siang. Hearing dikomandoi langsung oleh Ketua RT terpilih, Erwan, ST.
Perwakilan warga diterima pihak yayasan dan sekolah SMA IT IQRA' dilantai dua, diruang rapat sekolah.
Diketahui, selama ini, jika hujan deras meskipun tidak lama, sejumlah rumah warga dan jalan langsung tergenang banjir dan ini diduga disebabkan dari drainase disamping belakang sekolah bergengsi tersebut.
Keluhan ini disampaikan beberapa perwakilan warga yang kebetulan rumah mereka dekat dengan sekolahan. Warga meminta solusi dan kepedulian ke pihak yayasan Al- Fida untuk ikut memperhatikan rumah warga terdampak, terutama kelancaran aliran drainase yang sudah banyak tertutup lumpur/ pasir sehingga terjadi pendangkalan.
Belakangan terakhir jika hujan turun sekitar 30 menit saja air langsung naik dan masuk kerumah, jalanan pun langsung tertutup genangan air, kadang sampai batas dada orang dewasa, jadi kedatangan kami kesini untuk meminta pihak sekolah/yayasan agar mencarikan solusi keluhan kami, mungkin bisa meninggikan pondasi drainase.
Jika tidak kasihan kami warga, karena sebelumnya tidak sesering sekarang ini banjir masuk ke rumah.
Untung warga setempat yang juga mantan Ketua RT 27 ini menjelaskan ke pihak yayasan agar lebih peduli kepada warga sekitar, terutama warga terdampak.
"Selama ini rumah saya belum pernah kebanjiran, tetapi sekarang, sudah menjadi langganan banjir, tidak hanya jalan tetapi rumah kami pun ikut terendam dan jalan disekitaran sekolah tertutup oleh air sehingga tidak bisa dilewati," kata Untung warga setempat.
Sementara itu, Humas Sekolah SMA IT, Hendri Dunan langsung menjawab tuntutan warga, bahwasannya, pihak sekolah pun menyanggupi tuntutan warga selagi hal itu masih dalam kemampuan sekolah, sementara untuk jalan atau yang lebih besar anggarannya tentu akan diserahkan ke Pemerintah kota.
Dilain sisi, perwakilan pihak Yayasan, Tusman Hayadi mengatakan, pihaknya mengajak warga untuk mencari penyebab banjir ini, agar di teliti terlebih dahulu dan baru dicarikan solusinya. Karena dulu pernah disampaikan saat pembangunan drainase agar dibuat lurus tetapi tidak di indahkan.
Anggota dewan kota Bengkulu Dapil Kecamatan Ratu Agung, Sri Astuti yang ikut hadir dalam hearing ini, ikut memberikan penjelasan, senada dengan apa yang disampaikan perwakilan yayasan,Tusman Hayadi, agar hal ini dirumuskan bersama kemudian dicarikan solusinya.
Sri juga menyampaikan agar warga mengajukan usulan melalui proposal, tentang apa yang akan bangun, misalnya jembatan, jalan bisa diajukan ke Pemkot dan ia akan memperjuangkan usulan tersebut pada saat pembahasan anggaran dan itu juga akan disampaikan langsung ke Kadis PUPR.
Ketua RT 27 terpilih, Erwan, ST menegaskan maksud dan tujuan warga, bahwasanya, kedatangan kali ini, kami minta di fokuskan terhadap solusi saluran drainase yang kurang lancar pembuangannya. Kemudian hearing dilanjutkan dengan melihat langsung saluran drainase dan rumah warga terdekat.

"Kami warga tidak mau bertele-tele, tolong segera dicarikan solusinya apa yang menjadi tuntuan warga, agar kedepan jika hujan deras lagi, air bisa lancar dan tidak masuk ke rumah warga, dan jika ini tidak diindahkan, maka jangan salahkan warga jika mengambil langkah tegas," tutup Erwan. (**)









