Bengkulu, eWarta.co --- Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni meminta percepatan penyelesaian persoalan irigasi yang masih menghambat pemanfaatan lahan program Cetak Sawah Rakyat 2025. Permasalahan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat evaluasi program yang digelar di Kantor Gubernur Bengkulu.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melaporkan Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sementara 861,9 hektare sudah memasuki tahap konstruksi.
Sejumlah lokasi bahkan telah memasuki masa tanam dan panen dengan luas mencapai 319,9 hektare yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong. Namun, masih terdapat lahan yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedianya pasokan air irigasi.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sekitar 572 hektare lahan cetak sawah di wilayah tersebut belum berfungsi maksimal akibat keterbatasan pasokan air.
Herwan Antoni menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dicetak, tetapi juga dari tingkat pemanfaatannya oleh petani. Karena itu, persoalan irigasi harus segera ditangani agar lahan yang telah dibangun dapat menghasilkan produksi pertanian.
“Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” kata Herwan.
Ia meminta pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), perangkat daerah terkait, dan TNI memperkuat koordinasi untuk mencari solusi teknis penyediaan air. Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, namun masih diperlukan kajian lanjutan sesuai kondisi lapangan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan. Perwakilan Kodim menyatakan kesiapan mendukung percepatan penanganan dengan melibatkan tenaga ahli hidrologi guna memastikan solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi wilayah.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025, rapat juga membahas rencana cetak sawah tahun 2026. Bengkulu mendapat indikasi alokasi lahan baru seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten dan kota untuk penyusunan SID.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan program cetak sawah tidak hanya menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.









