Secercah Cahaya di Balik Surau: Kisah Pak Wiryo dan Kehadiran Negara di Desa Air Jelatang

Create: Fri, 20/02/2026 - 20:58
Author: Redaksi

 

KAUR, eWarta.co -- Di balik rimbun sawah dan kesunyian surau Desa Air Jelatang, Kecamatan Maje, langkah Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, terhenti di sebuah pintu sederhana, Jumat (20/2). Di sanalah Sinto Wiryo tinggal - seorang ayah yang tengah berjuang melawan stroke sembari membesarkan tiga buah hatinya yang masih kecil.

​Rumah yang dulunya renta kini mulai bersolek. Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Bengkulu, hunian Pak Wiryo tak lagi sekadar tempat berteduh, tapi menjadi simbol harapan baru.

​“Terima kasih... mungkin hanya ini yang bisa kami ucapkan. Terima kasih Pak Gubernur sudah membantu keluarga kami,” bisik Wiryo dengan mata berkaca-kaca saat menerima bantuan sembako dan santunan dari Baznas.

​Tak hanya soal dinding dan atap, Helmi Hasan menitipkan pesan mendalam bagi anak-anak Pak Wiryo.

"Teruslah belajar. Jangan takut bercita-cita setinggi langit," ucapnya lembut. Ia memastikan bahwa jalan menuju masa depan terbuka lebar melalui program beasiswa bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

​Dalam kunjungan emosional tersebut, Gubernur juga memberikan instruksi tegas kepada perangkat desa. "Kades tolong data lagi. Jangan sampai ada warga yang memikul beban sendirian tanpa bantuan pemerintah," tegas Helmi.

​Hadirnya listrik gratis bagi 2.024 Rumah Tangga Miskin di seluruh provinsi—termasuk 79 keluarga di Kabupaten Kaur - menjadi bukti bahwa pemerintah ingin menghadirkan keadilan yang nyata. Di rumah kecil belakang surau itu, kegelapan mulai sirna, digantikan cahaya terang yang menuntun masa depan. (Rls)