Sebabkan Dinding Rumah Retak dan Laka, Warga Jalan Hibrida Keluhkan Polisi Tidur di Jalan Protokol

Create: Fri, 05/07/2024 - 18:48
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Ruas jalan Hibrida Raya kota Bengkulu, tepatnya di sepanjangan Stikes Tri Mandiri Sakti saat ini telah dipenuhi "Pita Kejut" untuk mencegah terjadinya balap liar di kawasan tersebut.

Namun, Pita Kejut atau kerap kenal dengan sebutan polisi tidur ini seharusnya mencegah terjadinya balap liar malah menjadi permasalahan bagi warga dan pelaku usaha di jalan Hibrida Raya, mereka mengeluhkan kondisi lantai dan dinding yang retak akibat mobil truk besar melewati Pita Kejut tersebut.

Obb

Saryono Ketua RT 23 Kelurahan Sidomulyo Kecamatam Gading Cempaka Kota Bengkulu membenarkan adànya keluhan dan kerusakan pelaku usaha dan warga yang diakibatkan truk besar yang melintas Pita Kejut dan mengakibatkan getaran sampai ke rumah warga, bahkan terasa seperti gempa.

"Beberapa waktu lalu mereka, warga dan pelaku usaha disana telah melaporkan kerusakan rumah terutama dinding, lantai dan plafon yang retak dan jebol, meskipun belum diketahui secara detail, namun akibat kerusakan ini, beberapa perwakilan warga sudah menyampaikan ke PJ Walikota, ke Dinas PUPR bahkan ke DPRD Kota, namun belum ada tindak lanjut," kata Saryono.

Dari permasalahan tersebut, warga dari beberapa RT sebelumnya sudah melaporkan permasalahan Truk besar yang melintasi Pìta Kejut ke DPRD Kota maupun PU Kota.

Sayangnya, laporan tersebut tidak afa tindak lanjut sampai sekarang, sementara warga sudah sangat resah dan khawatir setiap ada truk besar yang melintas karena getaran di rumah mereka.

Salah satu warga Kelurahan Sidomulyo Darsono (51) juga mengeluhkan pita kejut/ polisi tidur yang ada di depan rumahnya yaitu di jalan Hibrida Raya, pasalnya, selain mengakibatkan dinding rumah retak, disini juga sering terjadi kecelakaan, belum lagi mengganggu aktivitas istirahat warga disekitar lokasi.

"Getarannya sangat kuat, jujur kami selalu was-was dan tidak tenang, belum lagi orang sering kecelakaan. Kita sudah lakukan hearing ke Dewan Kota pada bulan Agustus tahun lalu tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut," tutupnya. (Td)