Satgas Pangan Turun ke Pasar, Berikut Harga Bahan Pokok Terbaru

Create: Thu, 17/09/2026 - 15:34
Author: Redaksi

 

TEGAL, ewarta.co – Harga dan ketersediaan beras di sejumlah titik di Kabupaten Tegal dipantau langsung oleh Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pengendalian Harga Pangan Beras, Kamis (17/9/2026).

Pemantauan harga bahan pokok dilakukan di empat lokasi, yakni Pasar Trayeman Slawi, Yogya Mall Slawi, CV Lumbung Barokah di Kecamatan Tarub, serta Gapoktan Lestari di Kecamatan Dukuhwaru.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut turut melibatkan personel Polres Tegal, unsur Pemerintah Kabupaten Tegal, dan Bulog.

Petugas tidak hanya mengecek keberadaan stok, tetapi juga mencatat harga beras yang dijual kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi riil perdagangan beras di lapangan sekaligus mendukung pengawasan stabilitas harga pangan.

Di Pasar Trayeman Slawi, tim mendatangi Toko Jaya Barokah milik Sulastri. Di toko tersebut tersedia beras SPHP sebanyak 200 pcs dengan harga Rp57.500 per pcs.

Selain itu, terdapat beras premium sebanyak 5 kuintal dengan harga Rp14.900 per kilogram dan beras medium sebanyak 1 ton dengan harga Rp13.500 per kilogram.

Sementara di Toko Gino milik Widi, beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per pcs, sedangkan beras medium berada di angka Rp14.900 per kilogram.

Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Yogya Mall Slawi. Di lokasi tersebut, tim menemukan persediaan beras merek Punokawan yang dijual dengan harga Rp149.000 untuk kemasan 10 kilogram.

Dari Slawi, rombongan bergerak menuju CV Lumbung Barokah yang berada di Jalan Raya Balamoa, Desa Balamoa, Kecamatan Tarub.

Di tempat milik Siswandi tersebut tersedia beras merek Srikaya dengan harga Rp13.500 per kilogram dan Sedap Wangi Rp14.900 per kilogram.

Pengecekan terakhir dilakukan di Gapoktan Lestari, Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, milik Tohiri.

Di lokasi itu, tersedia beras Lestari Jaya dengan harga Rp14.000 per kilogram dan Panjatan Wangi Rp14.500 per kilogram.

Kegiatan pemantauan melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Badan Pangan Nasional, Polres Tegal, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, hingga Bulog Kabupaten Tegal.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Luis Beltran, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui keterlibatan personel Satreskrim dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Polres Tegal mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.

Menurutnya, pemantauan secara langsung diperlukan untuk memastikan perkembangan stok dan harga beras tetap terpantau serta mencegah terjadinya gangguan terhadap distribusi dan perdagangan pangan.

Sinergi lintas sektoral tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan pemantauan langsung di pasar, pusat perbelanjaan, pelaku usaha, hingga kelompok tani, kondisi ketersediaan dan harga beras di Kabupaten Tegal diharapkan dapat terus terpantau sehingga situasi perdagangan pangan tetap aman dan kondusif. (David)