BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Medy Pebriansyah meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke bibir pantai.
Dimana pasca libur natal dan tahun baru sampah di bibir pantai memang mengalami lonjakan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya wisatawan dari luar kota Bengkulu yang mengunjungi objek wisata, terutama pantai.
Medy Pebriansyah mengungkapkan bahwa, untuk objek wisata pantai yang dijadikan untuk lokasi mandi, pihaknya sudah mengamati langsung bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih cukup rendah untuk membuang sampah pada tempatnya.
"Sehingga pasca libur natal dan tahun ini untuk bibir pantai dan lokasi laut kita sepanjang pantai Jakat, pantai Malabero dan Pasar Baru itu memang kondisinya lumayan banyak sampah," ungkapnya ketika berbincang di ruang kerjanya, Kamis (6/1/2022).
Untuk penanganan di daerah pantai, pihaknya akan melakukan gotong-royong bersama aparat wilayah dari Kecamatan, Kelurahan, LPM, RT, RW dan juga pemerhati lingkungan.
"Kami dari dinas maupun dari kelurahan, kecamatan terus melakukan imbauan kepada masyarakat serta yang berkunjung ke objek wisata dan juga pelaku pariwisata di lokasi untuk sama-sama menjaga kebersihan pantai ini, dan kita juga mohon warga membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, jangan membuang sampah sembarangan ke pinggir pantai," tambahnya.
Berdasarkan imbauan saat ini, belum ada sanksi yang diterapkan, karena memang saat itu jumlah pengunjung yang melimpah dan rata-rata dari luar kota dan luar provinsi Bengkulu.
"Masalah ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari aparatur wilayah juga terlibat, ada lurah, LPM, RT, RW, dan secara teknis perangkat daerah yang membidangi masalah itu. Tentunya provinsi juga punya peran untuk menjaga kelestarian lingkungannya," tutupnya. (Septi)









