MEDAN,eWARTA.co -- Anggota DPRD Sumatera Utara, Rudy Hermanto menginginkan Sungai Deli yang berada di Jalan Teratai Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara menjadi destinasi wisata.
Hal itu disampaikan Rudy Hermanto kepada wartawan ketika dikonfirmasi di DPRD Sumut, Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (12/11/2020)
“Saya ingin sungai di Kota Medan ini menjadi tempat rekreasi, kita bisa ambil contoh di daerah Makassar dan Bogor. Disana banyak kawasan sungai yang banyak dijadikan objek wisata." ujarnya
Bahkan kata Rudy, pada beberapa kota di luar Negeri pun seperti di China dan Korea juga, pinggiran aliran sungai dijadikan tempat wisata dan jadi sarana umum.
"Nah, Saya mau Kota Medan bisa seperti itu.” tambah Rudy.
Wakil ketua fraksi PDI Perjuangan ini juga menyebutkan jika ia sudah menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Namun ia belum tahu apakah Balai Wilayah Sungai (BWS) iti ditolak atau tidak
“Saya sudah membuat usulan seperti itu ke Pemkot Medan, tapi pihak BWS (Balai Wilayah Sungai) belum tahu saya apakah menolaknya atau tidak." tandas Rudy Hermanto mengakhiri kepada wartawan.
Diketahui sebelumnya, satu unit bangunan semi permanen yang dijadikan usaha kios penjahit roboh akibat Sungai Deli abrasi di Jalan Teratai Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Selasa (10/11/2020) dini hari pukul 03.00 WIB.
Menurut informasi yang himpun dari lokasi, bangunan yang ambruk tersebut berukuran 3×6 meter, milik Aidi Muklis (63). Lokasi bangunan yang amblas ini berada persis di pinggir Jalan Teratai. Bila tidak ada penanganan, abrasi bisa saja melebar hingga ke ruas jalan.
Kejadian Sungai Deli abrasi ini membuat warga was-was. Warga takut terjadinya peristiwa susulan pinggiran sungai yang ambruk tersebut. terlebih lagi, saat ini merupakan puncak musim hujan.
“Ya, Was-was juga kalau hujan,” ucap Martias, warga Teratai, Kecamatan Medan Maimun ketika diwawancara wartawan.
Martias mengaku, apabila air sungai mengalami kenaikan akibat hujan lebat, ia memilih mengungsi dari rumahnya, pergi ke tempat yang lebih tinggi.
“Iya Bang, antisipasi kalau terjadi banjir aku ke muka (tempat tinggi) saja lah,” katanya.
Sementara, istri pemilik kios Sumarni (49) terlihat terkulai lemas mengetahui tempat usahanya ambruk akibat abrasi Sungai Deli.
“Ya biarkan ajalah, kalau masih bisa dipakai, dipakai, karena untuk memperbaikinya butuh biaya tidak sedikit,” ujarnya.
Sumarni menjelaskan ia bersama suami sudah 40 tahun mencari nafkah lewat menjahit tersebut. Aktivitas menjahit ia mulai dari pagi hingga sore sedangkan malam hari, mereka kembali pulang ke rumahnya kawasan Deli Tua.
“Kami sudah puluhan tahun di sini mencari nafkah. Ini dulu, masih jauh dari pinggiran sungai,” ungkap Sumarni.
Wanita ini juga tidak berharap muluk-muluk pemerintah akan membantu pembangunan kiosnya.
“Kalau bisa tetap usaha di sini, apa adanya aja. Walaupun tanpa adanya perhatian Pemerintah, dengan kondisi yang begini tetap ajalah di sini berusaha,” pungkas Sumarni.
Reporter : Sadar Laia









